Saturday, January 1, 2011

Resonansi or Resolusi 2011?

Judul yang aneh, tapi gw punya alasan kuat buat ngeblog dengan judul seperti diatas.

Beberapa hari yang lalu gw baca status salah satu temen gw di FB. Kurang lebih statusnya kaya gini : "Resonansi tahun 2011 apa ya?". Sesaat setelah baca status dia gw seketika itu langsung berpikir keras (ya, memang berlebihan). Yang dimaksud dengan resonansi itu apa ya? Setau gw, resonansi itu berhubungan dengan bunyi, dan karena terlalu penasaran akhirnya gw coba mencari arti resonansi itu di KBBI online, dan voila... inilah arti resonansi sebenarnya!

re·so·nan·si /rĂ©sonansi/ n 1 dengungan (gema, getaran) suara; 2 Fis peristiwa turut bergetarnya suatu benda krn pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar.

Jadi kalau dilihat dari arti diatas, gw mengambil kesimpulan kalo temen gw itu salah ketik, seharusnya dia mengetik Resolusi, bukan Resonansi. Nah, ngomong2 soal resolusi, gw sebenernya bukan seorang yang selalu membuat resolusi di awal tahun, tetapi lebih menganut jalani hidup apa adanya, kalau bisa lebih baik dari tahun2 sebelumnya. Tahun ini mungkin agak berbeda buat gw, tahun ini gw mulai menyetting sebuah resolusi tahun baru, dengan tujuan siapa tahu resolusi ini bisa dijadikan salah satu dorongan untuk gw bisa jadi lebih baik lagi. Berikut adalah resolusi gw di tahun 2011.

  1. Blog Update, once a week. Salah satu cara gw untuk membiasakan diri menulis sesuatu, siapa tau gw benar2 bisa jadi seorang penulis! Who knows rite?
  2. 365 shoots project, one picture a day for a brighter days! Ga harus menggunakan kamera yang luar biasa biasa bagus, tapi gw berharap setiap poto yang hasilkan bisa menggambarkan hari2 yang gw laluin.
  3. Menjelajah tempat2 yang sampai sekarang belum pernah gw singgahi. Rencana perjalanan yang agak jauh di tahun ini ada sekitar 4 rute, semoga bisa terlaksana dengan lancar tanpa halangan.
  4. Diving Lisence for Raja Ampat or Wakatobi! Semenjak pengalaman diving pertama kali di Bali, gw tergoda untuk mengulangnya berkali2 lagi. Sayangnya lokasi diving yang tergolong indah mengharuskan kita memiliki diving lisence, salah satu lokasinya adalah Raja Ampat tujuan para penggila travelling, just like me :)
  5. Work with passion. Seumur2 gw kerja, gw ga pernah merasa total. It's like i've lost my passion. Semoga di tahun 2011 gw menemukan pekerjaan yang sejalan dengan passion gw, which writing and photography.
  6. Belajar photography! Gw mau ikut short course di bidang Photography, so far keinginan ini selalu terbentur dengan rasa malas. Semoga rasa malas ini hilang, dan gw bisa menambah ilmu di bidang photography.
  7. Menjadi EO sebuah perjalanan. Bukan perjalanan yang complicated, tapi sebuah perjalanan yang singkat dan menyenangkan. Start to make an itinerary and look for valuable contact person and info.
  8. Mulai intens menabung demi masa depan yang lebih cerah :)
  9. Memperbaiki kamera analog punya bokap, and start on using it!
  10. Last one, i think this will be a resolution for me and the rest of my family, which is ME GET MARRY! Yes, lord, i want to get married :)
Sebenarnya masih banyak keinginan yang mau gw wujudkan di tahun 2011. Salah satunya adalah "Rekening tambah gemuk, badan jadi kurus", mengutip dari status2 yang merajalela di FB maupun twitter akhir2 ini (chuckle). Tapi, sepertinya 10 item di atas bisa dijadikan keinginan utama. And as for the last one has became constant-every new year resolution for me. LOL.

Ini MANADO bukan MENADO! Part 2

05December2010. Akhirnya, hari yang dinanti2kan datang juga! Saatnya menjadi saksi keindahan bawah laut. Dikarenakan tempat menginap yang berbeda, kami (saya dan 4 orang lainnya) memutuskan untuk bertemu di Pelabuhan Bersehati pukul 0630. Karena satu dan lainnya, saya datang 10 menit agak terlambat dari jadwal dan ternyata teman2 yang lain sudah menemukan kapal untuk disewa seharian.

Sekitar pukul 0700 kapal berangkat menuju Perkampungan Islam di Bunaken. Agenda hari ini adalah mengeksplorasi keindahan alam bawah laut Bunaken dan Siladen. Di tengah perjalanan, alangkah beruntungnya kami, karena bisa melihat rombongan ikan lumba2 yang sedang berenang. Berdasarkan informasi yang didapat, ternyata lumba2 tersebut dipelihara oleh masyarakat sekitar. Di pemberhentian pertama (kampung islam bunaken), kami pindah ke kapal yang terdapat "glass bottom" untuk melihat keindahan Taman Laut Bunaken.

Setelah dari taman laut, kami diantar ke Pulau Bunaken (sisi yang berbeda dari pulau sebelumnya), untuk menyewa alat snorkel dan alat menyelam serta memesan menu makan siang di satu2nya restoran di pulau tersebut. Berhubung tidak ada seorangpun diantara kami yang memiliki ijin menyelam, jadi alat2 snorkel lah yang kami sewa. Setelah semua mendapatkan alat snorkel masing2, kamipun langsung menuju salah satu spot snorkeling di Bunaken. Diantar oleh guide (yang juga supir kapal), kami melihat beragam ikan dan batu karang yang luar biasa indahnya. Beberapa kali kami bersua dengan para penyelam yang sedang menikmati keindahan bawah laut.

Saat itu kami sangat beruntung suasana laut yang tenang, dan tidak terlalu banyak wisatawan sehingga suasanya sepi dan menyenangkan. Dan ternyata memang benar kata orang, alam bawah laut bunaken sangatlah indah. Berbagai macam ikan2 berenang bergerombol, bahkan saya mendapatkan kesempatan untuk berpoto dengan ikan yang lumayan langka, yaitu ikan buntel (puffer fish)! Ada sensasi sendiri dalam memegang ikan tersebut, geli2 lucu.
Puas menjelajah bunaken, dan sekarang waktunya makan siang! Menu makan siang kali ini adalah ikan bakar (pastinya!). Sungguh tepat bagi pecinta ikan (seperti saya) untuk berkunjung ke Manado, karena sebagian besar menu andalan di daerah ini adalah ikan, dan yang paling terkenal adalah ikan cakalang. Sekitar 1jam kami habiskan untuk makan siang dan memilih/membeli oleh2, lalu kami kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Siladen.

Ternyata, Siladen jauh lebih indah dibandingkan Bunaken! Batu karangnya lebih beraneka ragam, dan ikan2nya lebih banyak lagi. Saat itu saya mengutuk diri sendiri karena tidak memiliki ijin menyelam. Sedikit info kondisi dalam laut Bunaken dan Siladen, karena berbentuk palung yang menjorok ke dalam, maka ijin menyelam merupakan syarat mutlak untuk bisa melakukan penyelaman disini.

Saking terlenanya melihat keindahan bawah laut, tanpa sadar kami sudah terbawa arus sehingga terpisah jauh sekali dengan kapal. Para guide menganjurkan untuk kembali ke kapal, karena ternyata bulan desember merupakan musim ombak di daerah sulawesi utara. Puas? Belum, tetapi kami memilih untuk menyudahi eksplorasi bawah laut sampai di sini dan kembali ke Pelabuhan Bersehati.

Petualangan hari ini tidak berakhir sampai disini! Ada kebodohan yang sempat kami (salah dan seorang teman) dikarenakan ke-sok-tahu-an kita berdua. Angkot di Manado terkenal dengan ke"gaul"annya, memiliki fasilitas jauh lebih baik dari Jakarta. Rasa penasaran membuat saya berniat mencobanya. Sekitar pukul 1930, saya mencoba berkelana di kota berdua, tujuan utama adalah Mega Mall yang berada di kawasan Mega Mas. Di tengah jalan kami memutuskan berhenti karena melihat sebuah warung dengan spanduk bertuliskan "Bakso Singkil", yaitu bakso yang katanya terkenal seantero Muara Singkil. Ternyata pemilik warung adalah orang jawa, dan menurut saya rasa baso ini tergolong biasa saja, bahkan menjurus ke aneh karena kuahnya adalah kuah soto.

Perjalanan dilanjutkan ke Zero Point, titik 0 kilometer kota Manado yang juga lokasi transit (ganti angkot), dan disinilah kebodohan itu dimulai. Sesaat sebelum menaiki angkot, kami sempat menanyakan apakah dia akan melewati Mega Mall, dan ternyata jawabannya adalah tidak. Tak lama kemudian teman seperjalanan saya menyebutkan nama sebuah daerah, dan sang supir mengiyakan, lalu naiklah kami ke dalam angkot tersebut. Diperjalanan, sepintas terlihat sang Mall tujuan kami, tetapi entah kenapa si bapak supir tidak menghentikan angkotnya, dan teman saya pun sepertinya sangat mengetahui dimana lokasi untuk kami turun. Namun, setelah 5menit dan beberapa kilometer terlalui, sang supir berkata "Kira torang su tau suster dimana, su lewat jauh. ya suda, kita bapasiar dulu". Yap, ternyata lokasi turunnya sudah terlewat jauh dan kami terpaksa ikut sang supir sampai pemberhentian terakhir di daerah Malalayang sebelum diantar sampai depan Mega Mall.

Kebodohan kami tidak berhenti sampai situ, masih ada kebodohan kedua (malu). Dikarenakan oleh perjalanan memutari Malalayang memakan waktu tak sedikit, akhirnya kami hanya menghabiskan waktur kurang dari 30menit untuk berkeliling Mega Mall. Kami memutuskan pulang menggunakan taksi, tapi apa dinyana, sulit untuk mendapatkan taksi saat itu. Pilihan kedua adalah angkot, tetapi karena tidak begitu mengetahui lokasi rumah tempat kami menginap, maka pilihan kami jatuh ke ojeg. Setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya sang supir ojeg setuju mengantar kami sampai wanasa dengan harga 10 ribu. Tetapi sayangnya kami menyebutkan nama wilayah yang salah, sehingga menyebabkan sang ojeg harus berputar2 mencari rumah tempat kami menginap. Naik ojeg, malam hari ke wilayah yang sepi dan tidak dikenal bukanlah pilihan yang pintar! Sepanjang perjalanan saya terus berdoa semoga para supir ini merupakan orang baik2, dan Alhamdulillah ternyata mereka memang orang baik2! Kamipun sampai ke rumah tempat menginap dengan selamat jiwa raga, walaupun sempat membuat orang serumah khawatir.

06December2010, waktunya pulang ke Jakarta. Pengalaman tak terlupakan semalam cukup membuat kami kelelahan, sehingga hari ini kami habiskan dirumah sampai dengan waktu keberangkatan pesawat. Diawali dengan kehebohan supir yang mengantar kami ke Airport karena salah melihat jadwal penerbangan, akhirnya hari ini kami kesampaian untuk memborong oleh2 berupa Ikan Cakalang dan berbagai macam kue tradisional Manado. Dan Alhamdulillah penerbangan kali ini jauh lebih menenangkan dibandingkan dengan penerbangan sebelumnya. Sekitar pukul 4 sore kami sampai di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat.


2010, THE TRIPS

Intensitas jalan-jalan gw di tahun 2010 terbilang lumayan banyak, ga terlalu sering, tapi lumayanlah buat seorang karyawati yang hanya memiliki jatah libur terbatas. Biar ga terlupakan begitu aja, gw putuskan untuk menuliskan perjalanan gw (yang gw inget) di blog. So, here they are!

1. Bali, Indonesia. 13-16January2010

Trip pembuka di tahun 2010. Peserta : Gw dan mantan rekan2 kerja di HPPM (Uyum, KW dan Rahma). Rute trip ini agak ribet, JKT – BDO – DPS – BDO – JKT. Kenapa harus ke Bandung dulu? Karena kebetulan kita dapat tiket promo BDO – DPS dengan harga 155K PP (exclude tax). Perjalanan ini tergolong mengesankan, karena kebetulan salah satu pesertanya belum pernah ke Bali sama sekali, so we can say it’s her first (hopefully won’t be her last).

2. Pattaya – Bangkok – Phuket (Thailand). 17-24March2010

Setelah menunggu sekitar setahun setelah membeli tiket promo, akhirnya kami (gw, Heny, Ani, Hendry) pergi berkunjung ke salah satu negara tetangga. Termasuk salah satu trip terlama yang gw jalanin tahun 2010.

3. Bromo – Batu – Sempu (Indonesia). 1-4April2010

Reunion trip with the lovable tidungers! Yap, trip 3hari 4malam ini dijadikan ajang reuni gw dengan teman2 yang gw kenal dari trip ke pulau Tidung (October 2009). Di trip ini gw juga kenal dengan om2 yang baik hati dan ahli dalam bidang photography, yaitu Om Reno, Om Rico dan Om Dilli. Trip kali ini tergolong beragenda sangat padat dan melelahkan, tetapi sangat menyenangkan! Lelah karena menanjak kawah bromo dan bergulat dengan Lumpur sempu, menyenangkan karena terdapat seorang mahluk luar biasa yang bisa kami cela habis2an (LOL), yaitu Rudi.

4. Belitung, Indonesia. 1-3May2010

Trip perdana dari GTA-Japan Quotation Team! Berawal tergiur dengan keindahan pantai2 di Pulau Belitung, kami memutuskan untuk mengambil satu hari cuti bersama untuk mengadakan sebuah perjalanan ke Pulau Belitung. Benar2 3hari 2malam yang penuh dengan canda tawa.

5. Pulau Seribu, Jakarta, Indonesia. 28-30May2010

Disini gw dapet teman2 baru, sebuah kelompok manusia unik yang menamakan diri mereka sebagai Laskar Pelancong dan trip ini dinamakan Cast Away. Kenapa cast away? Karena kami berkemah di sebuah pulau tak berpenghuni selama 2malam. Kami menghabiskan waktu di laut, menikmati keindahan pemandangan bawah laut yang memang tidak ada habisnya.

6. Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia. 26-28June2010

Bocah nekat berkelana bersama! Gw bersama dengan 4orang teman dari kuliah memberanikan diri untuk berkelana ke sebuah daerah yang terkenal dengan wisata Green Canyonnya. Perjalanan murah meriah yang benar2 menyenangkan! We can say this as a pleasant get away!

7. Bali, Indonesia (Lagi!). 5-8August2010

Outing GTA. Pengalaman Diving pertama kali. Benar2 trip yang menyenangkan dan mengenyangkan! Ga keluar duit buat pesawat, penginapan dan makan! Yes we were partying there!

8. Bandung, Jawa Barat (Indonesia). 25September2010

Short but memorable! Yap, cuma ke bandung doang. Tapi bener2 memorable buat gw, karena trip kali ini bisa juga dibilang sebagai napak tilas kehidupan kuliah gw di Jatinangor. Selain itu, trip ini juga semacam pesta perpisahan dengan Mbae Sylvi yang akan berjuang di Jepang sana.

9. Singapore – Kuala Lumpur (Malaysia). 11-17October2010

My first solo trip, yeaaayy! Luntang lantung sendirian di negeri orang, berkenalan dengan sesama backpacker dari Eropa, dan banyak pengalaman serba “pertama” di trip ini. Pertama kali hiking di bukit nanas, pertama kali hitchhike mobil orang, pertama kali… pertama kali… semua serba pertama J

10. Fun Beach Krakatoa, Lampung (Indonesia). 19-21November2010

Trip nekat, karena kami pergi di saat lagi heboh2nya gunung meletus dan status dari beberapa gunung berubah menjadi siaga. Beberapa kali mendengar “batuk”nya anak gunung krakatau malah membuat kami lebih “girang”.

11. Manado, Sulawesi Utara (Indonesia). 2-6December2010

Perjalanan domestik terjauh dan terakhir tahun ini! Gw berkesempatan mengunjung 2 taman nasional terkenal disini, yaitu Tangkoko dan Bunaken. Di Tangkoko gw “bertemu” dengan mahluk unik yang bernama Tarsius, sedangkan di Bunaken gw “bertemu” juga dengan mahluk unik yang bernama ikan buntel :p

11 perjalanan, banyak kenangan indah. Mungkin kalo dibaca sepintas tujuan perjalanan gw lebih banyak ke daerah pantai, well that’s because I totally in love with beaches! Semoga di tahun 2011 gw bisa mendapatkan pengalaman yang baru di tempat2 yang baru dan yang pasti kenangan indah! I’m so looking forward for 2011. Happy New Year folks!

Sunday, December 26, 2010

Ini MANADo bukan MENADO! Part 1

Ide perjalanan yang datang tiba2 dan berakhir dengan rasa puas yang tak berujung.

Sekitar pertengahan bulan Oktober karena melihat promo sebuah maskapai yang gila2an, saya berdua dengan teman sekantor tergoda untuk melakukan sebuah perjalanan ke daerah Asia Timur. Entah karena bukan rezeki, atau memang belum waktunya kami pergi, tiket promo yang digembor2kan sang maskapai sudah tidak bersisa, alias sold out! Terlanjur sudah mengambil jatah cuti, akhirnya kami memutuskan membanting setir dan memutuskan untuk berkelana di dalam negeri tercinta ini. Setelah melihat, menimbang akhirnya kami memutuskan untuk melancong ke wilayah Indonesia bagian tengah, lebih tepatnya Manado.

Perjalanan ini bisa dibilang tanpa rencana, karena kami sama sekali tidak sempat untuk merancang sebuahitinerary. Satu hal yang jadi pegangan, yaitu salah satu teman saya bedomisili di Manado dan beliau siap untuk menampung kami selama beberapa hari. Dan, Alhamdullilah, seminggu sebelum keberangkatan saya mendapat ajakan tur bareng dari seorang teman yang kebetulan juga merencanakan untuk berkunjung ke Manado di waktu yang hampir bersamaan.

02Dec2010, flight pukul 0830WIB(ish). Berdua dengan teman yang phobia naik pesawat (walaupun sudah sangat berpengalaman naik pesawat) saya mengalami perjalanan yang terbilang menegangkan. Diserang dengan turbulence beberapa kali yang bahkan membuat saya berpikir "Gosh, I'm not married yet!!". Tetapi Alhamdulilah, ternyata kami bisa sampai dengan selamat di Bandara Internasional Sam Ratulangi (yang terkenal dengan slogan Si Tou Timou Tumou Tou) sekitar jam 1430WITA dan kemudian dijemput oleh teman saya dan keluarganya (lengkap!). Sisa hari pertama kami habiskan dengan beristirahat di kamar dan bekeliling kota Manado di malam hari yang ternyata tidak seramai yang saya perkirakan.

03Dec2010. Hari ini saya berencana ikut dengan rombongan teman yang baru berangkat dari Jakarta menuju ke sebuah Cagar Alam di daerah Bitung yang terkenal dengan Tarsiusnya, yaitu The Tangkoko Nature Reserve. Pagi sampai siang hari kami menyempatkan untuk keliling kota Manado dan mencoba kuliner khas kota ini, Bubur Tinutuan dan Mie Cakalang. Sekitar jam 5 sore kami mulai berangkat ke Tangkoko dengan menggunakan mobil sewaan. Perjalanan antara Manado kota ke Tangkoko ternyata cukup jauh, di tengah perjalanan kami sempat melihat Patung Yesus Memberkati yang ternyata berada di sebuah perumahan. Sampai di Tangkoko kami (rombongan ber 4) langsung menyantap makan malam yang sudah disediakan oleh pengurus guesthouse tempat kami menginap. Setelah makan malam dan membahas rencana trekking esok pagi, kami langsung beristirahat karena besok harus bangun pagi sekali.

04Dec2010. Hari ini jadwal kami tergolong padat,bangun jam 0330, langsung bersiap2 untuk memulai trekking berburu tarsius, monyet dan burung. Jam 4 pagi, dengan bimbingan 2 orang guide, kami mulai menjelajah hutan Tangkoko selama 4jam (ish). Perjalanan yang lumayan menyita tenaga ini ternyata tidak sia-sia, kami berhasil mengabadikan foto2 sang buruan, yaitu Tarsius, monyet, bahkan sempat bertemu dengan ular viper hijau dan laba2 besar (lupa namanya). Trekking pagi ini ditutup dengan bersantai2 di pantai Pare, yang berlokasi tidak begitu jauh dari guesthouse. Rute selanjutnya pada hari ini adalah pelabuhan bitung, dengan tujuan berkeliling menyusuri pulau lembe yang terkenal dengan Trikora dengan menyewa kapal nelayan. Puas berkeliling, kami melanjutkan perjalanan menuju Airport Sam Ratulangi untuk menjemput teman, tetapi di tengah perjalanan kami menyempatkan diri untuk mengunjungi Waruga, tempat pemakaman orang jaman dahulu.

Sekitar jam 2 siang kami sampai ke Bandara, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Tondano untuk makan siang (telat). Sepanjang perjalanan menuju Tondano kami sempat berkunjung ke Makam Imam Bonjol, dan Alhamdulillah saya sempat sholat di Masjid Imam Bonjol yang berlokasi di seberang makam. Perjalanan menuju Tondano dilanjutkan, melewati Tomohon, Kota Bunga, yang katanya mirip lembang, tapi menurut saya pribadi Lembang masih jauh lebih bagus. Akhirnya, sekitar jam 4 sore sampailah kami di Danau Tondano! Atas saran dari teman2, kami makan siang di sebuah (satu2nya) restoran yang menghadap langsung ke danau dengan pemandangan sebuah gunung yang ditutupi kabut. Kalo boleh jujur, saat itu saya tidak menemukan sesuatu yang indah disana, mungkin saat itu saya sudah terlalu lapar, jadi yang ada dipikiran cuma MAKAN! Puas makan, puas foto2, dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke kota Manado untuk beristirahat, karena jadwal besok juga dimulai dari pagi sekali, yaitu mengunjungi keindahan bawah laut di Bunaken dan sekitarnya.

Mau tau kisah selama mengunjungi Bunaken dan sisa perjalanan saya di Manado? Tunggu part 2 2 nya ya

Thursday, October 14, 2010

I (officially) am a backpacker now

Sekarang gw bener-bener ngerasa menjadi seorang backpacker! Karena gw bisa pergi melancong sendiri! Walaupun sebenernya pengalaman backpacking gw cukup lumayan, tapi di perjalanan2 itu gw pergi berkelompok. Dan, minggu kemarin gw memberanikan diri untuk mencoba backpacking sendiri, walaupun baru berani sampai Negara tetangga doang. Per tanggal 11OCT10 kemaren gw memulai perjalanan 6hari5malam dengan tujuan Singapore – Kuala Lumpur. Perjalanan ini terbilang dadakan, karena awalnya gw merencanakan untuk pergi ke Perth untuk mengunjungi temennya temen kakak gw (ribet ajah). Rute yang *tadinya* mau gw jalanin emang mampir dulu ke Singapore (rencananya mo ke USS), baru ke Perth. Nah, karena visa gagal, akhirnya gw gunainlah tiket CGK – SIN yang udah keburu dibeli.

Jujur aja, setelah gw dapet kabar kalo pengajuan visa ditolak, gw sempet down, marah2 ga jelas, dan “agak” bersumpah untuk tidak menginjakan kaki gw ke Negara kangguru ini (ga penting yak!). Tapi, saat itu gw bertekad untuk tetap pergi, walaupun beda rute (yaiyalah, cuti udah ditangan meeennn!). Rute pertama yang kepikiran ma gw tuh JKT – SIN – MFM/HKG. Tapi karena permintaan reroute gw kaga digubris ma pihak airlines, makanya gw mengalihkan MFM/HKG ke KUL. Dan, pas awal oktober gw mulai hunting guesthouse ma tiket pesawat dari KL. Sialnya, karena gw berangkat sendiri, guesthousenya jadi agak mahal.

11OCT10, bermodalkan keril pinjeman ma peta Singapore dari temen dimulailah perjalanan gw. Hari itu gw berangkat nyubuh dari rumah (sekitar jam4), dianter bokap naek motor ke terminal rawamangun (mo ngakak gw kalo inget ini). Gw sampe jam 0925 waktu SG, rencana awal ke USS pun gw batalin, dan gw milih untuk ngurus masalah tiket di counter salah satu penerbangan. Masalah tiket kelar, gw langsung cabut ke guesthouse yang ada di north bridge street (depan bugis junction), check in, naro barang, ngasi kabar ke kakak gw (guesthousenya ada fasilitas free internet) trus cabut nyari lokasi terminal bus ke KL (golden mile complex) on foot.

Di tengah perjalanan ke golden mile, gw singgah buat sholat di Sultan Mosque yang ada di sekitar arab street. Ini bisa dibilang jadi mesjid favorit gw selama di Singapore kemaren, soalnya segala serba bersih dan orang2 di sekitar sana ramah2 semua. Kocaknya waktu itu gw sampe sana sekitar jam 1245, dan langsung sholat dzuhur, pas gw dah kelar sholat, eeh adzan baru bunyi! Gw lupa kalo disana sholatnya emang lebih siang. Akhirnya gw sholat lagi deh. Lanjut dari sana gw keliling di Arab street dan kemudian NYASAR! Gw salah liat nama jalan, eh malah jadi berujung muter ga jelas (gw banget!). Ternyata ada seorang bapak2 yang ngeliat gw jalan sambil liat peta, dia nanya tujuan gw dan akhirnya dia menawarkan diri buat nganter gw. Dia kaget pas tau gw jalan ke sana sendiri, trus sambil jalan dia terus ngasih wejangan buat gw (sampe nyuruh gw cepet nikah *cih*). Kalo katanya sih gw itu sepantar ma anaknya, and FYI his name is the same with my father!

Sampe Golden Mile gw akhirnya langsung book tiket buat tanggal 12OCT10 jam 2330. Dan dari situ si bapak tampak kaga tega ninggalin gw keluyuran sendirian, dan dia ngajak gw keliling orchard road (plus nraktir lunch) soalnya gw ada rencana mo ke hotel tempat temen gw yang ada di deket stasiun Dhobby Ghaut. Setelah berjam2 jalan kaki keliling, gw dianter ke hotel temen, dan si bapak itu pulang kerumahnya (terima kasih banyak ya pak!). Sialnya temen gw ga ada di kamar, setelah gw nunggu 30mnt, dia belom balik, akhirnya gw memutuskan untuk balik ke guesthouse.

Day 2, hari penuh perjuangan karena gw harus bisa berkunjung ke beberapa spot TA dan mengandalkan kaki (ngirit.com). Hari itu gw bangun pagi buat sarapan, trus langsung lanjut tidur sampe jam 10 (buat memupuk energi). Bangun tidur (kedua kali), mandi, siap2 trus langsung check out. Untungnya guesthouse itu punya luggage storage, jadi gw bisa melanglang buana dengan bawaan minimal. Tujuan pertama, The famous merlion park! Kalo gw perhatiin dari segitu banyak turis yang dateng, paling banyak berasal dari Thailand *sotoy*. Orang2 pada sibuk moto, dan gw sendiri sibuk ngadem. Puas moto (in orang), gw lanjut ke China Town (on foot pastinya!). Berhubung waktu itu pas dengan jam siang orang kantoran, jadi jalanan termasuk penuh dengan orang2 yang sedang mencari makan siang. Gw cukup terjebak lama di daerah Chinatown (terjebak pula membeli tas kamera… ooohh nooo!!), setelah banjir keringat dan kantong jadi kering, gw pun sholat dzuhur di mesjid yang berada di sekitar situ dan lanjut makan siang di salah satu resto india yang bersertifikasi halal. Perut kenyang, keringat ilang, perjalananan pun dilanjutkan ke Little India atau lebih tepatnya Mustafa Center (MC), kali ini gw naik MRT (capcay jalan kaki).

Dari stasiun MRT ke MC cukup jauh, melewati Jalan Serangoon yang penuh dengan penjual2 barang murah meriah. Ga kerasa udah waktunya Ashar, akhirnya gw sholat dulu masjid di seberang MC, baru lanjut hunting barang di MC. Entah apa emang karena gw kurang tau harga, atau memang harga2 di MC murah2 ya? Gw sempet terkesima dengan harga earphone Ipod/phone yang cuma 14SGD! Bahkan ada jam yang cuma 5SGD! MC bener2 ngingetin gw ma Hypermart di Osaka yang namanya Man Ei. Super duper lengkap, dan yang pastinya MURAH! Dikarenakan tempatnya yang sangat besar, cukup makan waktu untuk gw mengelilingi MC sampai puas. Puas muter, gw ambil jalan muter buat ke stasiun MRT, tujuannya sih mau sholat magrib di Masjid Al Gofur, eh tapi entah kenapa gw kaga nemuin tu mesjid, akhirnya gw nyerah dan langsung balik ke Bugis. Sampe di Bugis, gw langsung ke Mesjid Sultan, numpang sholat (ma mandi), lanjut makan malem, ambil keril trus capcus ke Golden Mile buat melanjutkan perjalanan ke KL.

Total yang gw abisin di SG sekitar 200SGD (lebih dari setengah buat belanja.. hahaha). Yang berat adalah bayar guesthouse, karena awalnya gw book private room buat 2 orang, tapi yang satu cancel, jadi gw kudu bayar biaya 2 orang (_ _). Buat sesi KL, lanjut di blog berikut yak, secara perjalanannya belum selesai :p

**Info tambahan**

Biaya yang gw keluarin selama di Singapore:

Hotel : SGD45 (twin basis room, breakfast include)

MRT +bus(for 2days) : SGD9.1 (start from changi until golden mile)

Meals (for 2days) : SGD 22.8 (Lunches and dinners)

Drinks (for 2days) : SGD10.7 (buat selama perjalanan keliling kota)

Night Bus to KL : SGD20

--------------------------------- +

Total : SGD107.6


Web yang mungkin berguna:

http://www.cozycornerguest.com/ (guesthouse yang gw pake, great location but cant say much about the room)

http://www.smrt.com.sg/main/index.asp (SMRT official web, bisa liat map dan cek harga)

Wednesday, September 1, 2010

*Been There, Done That (SUDAH PERNAH)*

Berawal dari sebuah aplikasi di suatu jejaring sosial, terpikir oleh gw untuk menulis ini. Aplikasi itu menjabarkan mengenai kota-kota yang pernah, akan kita singgahi, juga kota2 yang menurut kita bisa kita sarankan untuk didatangi. Karena gw masih tergolong cupu mengenai hal mejelajah kota/tempat2 di dunia yang luar biasa luas ini, akhirnya gw membuat checklist ini sekedar untuk mengingatkan gw akan "target" yang alangkah bagusnya bila bisa gw penuhi. Listnya akan terbagi 3, SUDAH, SARAN, AKAN (jangan kaget kalo kebanyakan isinya pantai!). Di Page ini gw akan memaparkan bagian SUDAH, dan 2 lagi akan menyusul di page selanjutnya! So, let's just see the list, shall we?


1. Pulau BALI


Siapa yang tidak kenal Bali? Hampir seluruh orang didunia tau Bali, The Paradise Island. Alhamdulillah gw udah beberapa kali berhasil berkunjung dan selalu amazed dengan keindahan pulau tersebut. Keindahan pulau ini ga cuman terlihat dari fisik, tapi kebudayaannya yang masih sangat kental dan tidak tergeserkan walaupun bisa dibilang, kalo pergi ke Bali berasa pergi keluar negeri (karena banyak sekali orang asing). Satu hal yang agak memberatkan gw untuk sering datang kesini adalah harga yang tergolong sangat mahal untuk kalangan turis domestik yang hanya memiliki uang pas2an (gw banget!)


2. Pulau BELITONG


Pulau ini baru dikenal luas karena sebuah buku karangan Andrea Hirata yang menceritakan mengenai kisah seorang anak asal belitong yang berhasil sukses merambah benua Eropa. Walaupun tidak seterkenal Bali, buat gw Belitong memiliki nilai lebih yang mungkin tidak dimiliki oleh pulau Bali. Batu2 besar yang indah, keindahan bawah laut yang masih "agak perawan" dan ga ketinggalan makanan laut yang sangat enak dan murah!


3.Pulau Sempu


Berawal dari ajakan seorang teman dan hasil dari browsing di internet, akhirnya gw berangkat menuju pulau Sempu yang berlokasi di Jawa Timur. "Pulau yang masih perawan", itulah hal utama yang bikin gw sangat tertarik untuk sekedar mengenal lebih jauh sang pulau perawan itu. Entah apa karena bad timing (hujan) atau perjalanan yang sangat berat (4jam tracking di lumpur), gw kurang bisa melihat keindahan dari pulau tersebut. Ketika gw sampai, pulau yang sebenarnya cagar alam itu tampak kotor dan dan "berantakan".


4. Kepulauan Seribu


Tempat favorit gw untuk sekedar melihat pantai yang bersih dan snorkeling. Salah satu pulau yang terkenal akhir2 ini adalah Pulau Tidung, pulau yang terkenal dengan jembatannya. Alhamdulillah gw pernah mengunjungi pulau ini tahun lalu, terbuai dengan keindahan sunset/sunriseview dari jembatan dan keindahan bawah lautnya yang bisa terlihat secara kasat mata dari atas :)


5. Pattaya, Thailand


Berjarak beberapa puluh kilometer dari Bangkok, terdapat sebuah kota pesisir pantai yang mengingatkan gw akan Kuta, Bali. Kota tersebut bernama Pattaya, kota yang agak sulit untuk dicapai dengan bis (atau gw aja yang males nyari2 bisnya). Kalau mengenai keindahannya, Pattaya masih dibawah Bali, tapi kalau dilihat dari "kehidupan malam", Pattaya memiliki banyak hal menarik, salah satunya adalah Lady Boy Cabaret Show. Walaupun agak menguras uang, tapi pertunjukkan sangatlah sayang untuk dilewatkan!


6. Phuket Island


Pulau kecil yang berjarak sekitar 1800km dari Jakarta ini dikenal di hampir seluruh dunia. Dan dikatakan pulau ini adalah salah satu penyebab kemajuannya Thailand tourism (didukung dengan pemasarannya yang okeh!). Rasa penasaran menggelitik gw untuk sekedar mengetahui dimanakah letak keindahan dari pulau ini. Setelah kurang lebih 4hari berjuang mengelilingi pulau ini, gw cuma bisa bilang, it's really worth the journey! Nice view, cheap foods and loads of Bule (haha!).


7. Kyoto, Jepang


Gw punya kesempatan untuk mengunjungi "Kota Kuil" ini sewaktu training di Jepang tahun lalu. Kebetulan saat itu lagi musim gugur, gw berniat untuk melihat Koyo (daun momiji yang memerah). Gw cuma bisa bilang, KOK DI INDONESIA GA MERAH2 SIH DAUNNYA?? Daun momiji yang berubah warna menjadi merah itu terlihat sangat bagus! Saran gw, kalo mau liat pemandangan Koyo yang maksimal, pergilah ke Arashiyama sekitar pertengahan - akhir November! Pasti kalian ga akan bisa berhenti moto! Oh satu lagi, for Kyomizudera? it's totally exhausting!


Untuk sementara, gw berhenti di nomor ke7 karena gw agak lupa dengan tempat2 menarik yang pernah gw kunjungi. Semoga bisa menjadi masukan yang lumayan berguna ya! See you again on the next page for RECOMMENDED PLACES! Ciao...