Saturday, January 1, 2011

Ini MANADO bukan MENADO! Part 2

05December2010. Akhirnya, hari yang dinanti2kan datang juga! Saatnya menjadi saksi keindahan bawah laut. Dikarenakan tempat menginap yang berbeda, kami (saya dan 4 orang lainnya) memutuskan untuk bertemu di Pelabuhan Bersehati pukul 0630. Karena satu dan lainnya, saya datang 10 menit agak terlambat dari jadwal dan ternyata teman2 yang lain sudah menemukan kapal untuk disewa seharian.

Sekitar pukul 0700 kapal berangkat menuju Perkampungan Islam di Bunaken. Agenda hari ini adalah mengeksplorasi keindahan alam bawah laut Bunaken dan Siladen. Di tengah perjalanan, alangkah beruntungnya kami, karena bisa melihat rombongan ikan lumba2 yang sedang berenang. Berdasarkan informasi yang didapat, ternyata lumba2 tersebut dipelihara oleh masyarakat sekitar. Di pemberhentian pertama (kampung islam bunaken), kami pindah ke kapal yang terdapat "glass bottom" untuk melihat keindahan Taman Laut Bunaken.

Setelah dari taman laut, kami diantar ke Pulau Bunaken (sisi yang berbeda dari pulau sebelumnya), untuk menyewa alat snorkel dan alat menyelam serta memesan menu makan siang di satu2nya restoran di pulau tersebut. Berhubung tidak ada seorangpun diantara kami yang memiliki ijin menyelam, jadi alat2 snorkel lah yang kami sewa. Setelah semua mendapatkan alat snorkel masing2, kamipun langsung menuju salah satu spot snorkeling di Bunaken. Diantar oleh guide (yang juga supir kapal), kami melihat beragam ikan dan batu karang yang luar biasa indahnya. Beberapa kali kami bersua dengan para penyelam yang sedang menikmati keindahan bawah laut.

Saat itu kami sangat beruntung suasana laut yang tenang, dan tidak terlalu banyak wisatawan sehingga suasanya sepi dan menyenangkan. Dan ternyata memang benar kata orang, alam bawah laut bunaken sangatlah indah. Berbagai macam ikan2 berenang bergerombol, bahkan saya mendapatkan kesempatan untuk berpoto dengan ikan yang lumayan langka, yaitu ikan buntel (puffer fish)! Ada sensasi sendiri dalam memegang ikan tersebut, geli2 lucu.
Puas menjelajah bunaken, dan sekarang waktunya makan siang! Menu makan siang kali ini adalah ikan bakar (pastinya!). Sungguh tepat bagi pecinta ikan (seperti saya) untuk berkunjung ke Manado, karena sebagian besar menu andalan di daerah ini adalah ikan, dan yang paling terkenal adalah ikan cakalang. Sekitar 1jam kami habiskan untuk makan siang dan memilih/membeli oleh2, lalu kami kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan ke Siladen.

Ternyata, Siladen jauh lebih indah dibandingkan Bunaken! Batu karangnya lebih beraneka ragam, dan ikan2nya lebih banyak lagi. Saat itu saya mengutuk diri sendiri karena tidak memiliki ijin menyelam. Sedikit info kondisi dalam laut Bunaken dan Siladen, karena berbentuk palung yang menjorok ke dalam, maka ijin menyelam merupakan syarat mutlak untuk bisa melakukan penyelaman disini.

Saking terlenanya melihat keindahan bawah laut, tanpa sadar kami sudah terbawa arus sehingga terpisah jauh sekali dengan kapal. Para guide menganjurkan untuk kembali ke kapal, karena ternyata bulan desember merupakan musim ombak di daerah sulawesi utara. Puas? Belum, tetapi kami memilih untuk menyudahi eksplorasi bawah laut sampai di sini dan kembali ke Pelabuhan Bersehati.

Petualangan hari ini tidak berakhir sampai disini! Ada kebodohan yang sempat kami (salah dan seorang teman) dikarenakan ke-sok-tahu-an kita berdua. Angkot di Manado terkenal dengan ke"gaul"annya, memiliki fasilitas jauh lebih baik dari Jakarta. Rasa penasaran membuat saya berniat mencobanya. Sekitar pukul 1930, saya mencoba berkelana di kota berdua, tujuan utama adalah Mega Mall yang berada di kawasan Mega Mas. Di tengah jalan kami memutuskan berhenti karena melihat sebuah warung dengan spanduk bertuliskan "Bakso Singkil", yaitu bakso yang katanya terkenal seantero Muara Singkil. Ternyata pemilik warung adalah orang jawa, dan menurut saya rasa baso ini tergolong biasa saja, bahkan menjurus ke aneh karena kuahnya adalah kuah soto.

Perjalanan dilanjutkan ke Zero Point, titik 0 kilometer kota Manado yang juga lokasi transit (ganti angkot), dan disinilah kebodohan itu dimulai. Sesaat sebelum menaiki angkot, kami sempat menanyakan apakah dia akan melewati Mega Mall, dan ternyata jawabannya adalah tidak. Tak lama kemudian teman seperjalanan saya menyebutkan nama sebuah daerah, dan sang supir mengiyakan, lalu naiklah kami ke dalam angkot tersebut. Diperjalanan, sepintas terlihat sang Mall tujuan kami, tetapi entah kenapa si bapak supir tidak menghentikan angkotnya, dan teman saya pun sepertinya sangat mengetahui dimana lokasi untuk kami turun. Namun, setelah 5menit dan beberapa kilometer terlalui, sang supir berkata "Kira torang su tau suster dimana, su lewat jauh. ya suda, kita bapasiar dulu". Yap, ternyata lokasi turunnya sudah terlewat jauh dan kami terpaksa ikut sang supir sampai pemberhentian terakhir di daerah Malalayang sebelum diantar sampai depan Mega Mall.

Kebodohan kami tidak berhenti sampai situ, masih ada kebodohan kedua (malu). Dikarenakan oleh perjalanan memutari Malalayang memakan waktu tak sedikit, akhirnya kami hanya menghabiskan waktur kurang dari 30menit untuk berkeliling Mega Mall. Kami memutuskan pulang menggunakan taksi, tapi apa dinyana, sulit untuk mendapatkan taksi saat itu. Pilihan kedua adalah angkot, tetapi karena tidak begitu mengetahui lokasi rumah tempat kami menginap, maka pilihan kami jatuh ke ojeg. Setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya sang supir ojeg setuju mengantar kami sampai wanasa dengan harga 10 ribu. Tetapi sayangnya kami menyebutkan nama wilayah yang salah, sehingga menyebabkan sang ojeg harus berputar2 mencari rumah tempat kami menginap. Naik ojeg, malam hari ke wilayah yang sepi dan tidak dikenal bukanlah pilihan yang pintar! Sepanjang perjalanan saya terus berdoa semoga para supir ini merupakan orang baik2, dan Alhamdulillah ternyata mereka memang orang baik2! Kamipun sampai ke rumah tempat menginap dengan selamat jiwa raga, walaupun sempat membuat orang serumah khawatir.

06December2010, waktunya pulang ke Jakarta. Pengalaman tak terlupakan semalam cukup membuat kami kelelahan, sehingga hari ini kami habiskan dirumah sampai dengan waktu keberangkatan pesawat. Diawali dengan kehebohan supir yang mengantar kami ke Airport karena salah melihat jadwal penerbangan, akhirnya hari ini kami kesampaian untuk memborong oleh2 berupa Ikan Cakalang dan berbagai macam kue tradisional Manado. Dan Alhamdulillah penerbangan kali ini jauh lebih menenangkan dibandingkan dengan penerbangan sebelumnya. Sekitar pukul 4 sore kami sampai di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat.