Sunday, August 30, 2009

Antara Ampera ~ Paparons Pizza ~ Coffee Bean

Tiga lokasi yang berbeda, pastinya tema dan nuansa yang berbeda pula!
Tiga tempat diatas adalah lokasi gw ngadain buka bersama ma temen-temen di dua hari yang berbeda. Yang pertama, yaitu Ampera, adalah lokasi sewaktu gw buka bersama hari Rabu. Di acara yang tidak terencana sama sekali itu dihadirin oleh lumayan banyak personel (temen DF), antara lain Ferza, Shinno, Kobeng, Naka, Shizuka dan kak Anggi (gw baru kenalan ma dua nama terakhir). Nah untuk lokasi kedua dan ketiga, yaitu Paparons Pizza dan Coffee Bean, adalah lokasi kedua gw buka puasa bersama. Sama seperti yang pertama, personel acara ini juga dari temen-temen DF, antara lain Maulana, Shinno (lagi!), Zaki, Kobeng (lagi!) dan Chika.
Setelah sekian lama vakum dari dunia perDF-an, acara buka bersama ini udah seperti reuni buat gw. Dan yang pasti, masing-masing memiliki cerita tersendiri.
First one is all about Ampera.
Berawal dari status YM gw, dan tanggapan dari seseorang (yang masih keukeuh minta traktir... huhuhu), akhirnya diputuskan akan diadakan buka bersama di Ampera Matraman. Saat itu personel masih 2 orang (gw ma ferza). Ga lama kemudian ada yang YM minta diajak, dan karena ngerasa kasian ma dia, akhirnya gw ajaklah temen gw itu (kobeng). Masih merasa kurang rame, maka gw ajaklah temen-temen yang laen, dan terjaringlah beberapa orang yang menyanggupi untuk datang (shinno dan naka).
Setelah berhasil "kabur" dari kantor, gw kebut motor gw ke arah Matraman. Terhambat dengan kemacetan yang selalu melanda jakarta, akhirnya gw sampe ke lokasi sekitar jam 1815. Ternyata Ferza, Shinno ma Anggi lagi menikmati makanan yang tersedia. Tanpa basa basi gw pesen makanan ma minuman trus langsung ngisi perut yang kosong dari pagi. Sekitar jam 1900 semua personel udah sampe lokasi. Walaupun malam itu gw dicela abis-abis ma mereka, bisa dibilang malam itu bener-bener pelepas rindu gw ma anak-anak DF. Setelah sekian lama ga aktif posting dan kumpul bareng ma mereka, ternyata tidak ada perubahan yang signifikan (masih ngaco semuanya). Malam itu kita lewatin dengan ketawa-ketiwi ga jelas, ngobrol ngalor ngidul mengenai segala hal, baik yang berhubungan dengan DF atau rencana jalan-jalan yang "mungkin" diadain setelah lebaran.
Waktu menunjukkan jam 2100, makanan dan minuman dah ludes semua, sudah saatnya kita bubaran. Walaupun cuma 3 jam, dan sebagian besar diisi dengan membahas poto "tercela" gw, gw bener-bener seneng bisa ngelewatin buka bersama dengan mereka!! It was really full of laugh!!
Here come the second one, Paparons Pizza and Coffee Bean
Berawal dari komen maulana di salah satu postingan gw di FB, direncanakanlah buka puasa bersama dalam rangka merayakan hari ulang taunnya si maul. Dalam sekejap gw langsung ngajak anak-anak DF yang kepikiran ma gw, sebagian besar antusias ikut serta (gratis gitu lhoo). Lokasi yang dipilih sang punya hajat adalah Paparons Pizza di Kelapa Gading. Jujur aja, ini kali pertama gw buka puasa pake pizza. Pertama gw kirain pasti ga bakalan "nampol", tapi ternyata gw salah besar!! Buka puasa kali ini gw sampe ngerasa bego gara-gara kekenyangan!!
Setelah semua jadi bego gara-gara kekenyangan, semua sepakat acara dilanjutkan dengan nonton bareng di Mall Kelapa Gading. Tapi, rencana tinggallah rencana, tiket yang tersisa cuma buat midnight. Takut dikunciin, kitapun batal nonton bareng dan beralih ke ngopi-ngopi di Coffee Bean and Tea Leaf. Nah, di Coffee Bean inilah kita mulai membicarakan hal-hal lucu yang masih berhubungan dengan DF. Malam itu gw dapet beberapa info mengenai beberapa member DF yang tergolong "ajaib". Ternyata banyak banget orang aneh yang suka main forum!!
Merasa terusir secara halus oleh para waitressnya, kitapun memutuskan untuk pulang. Baru kali ini gw ngopi-ngopi sampe diusir kaya gitu (hehehehe). Malam itu gw pulang dengan perut kenyang, pipi pegel (ketawa mulu), dan yang paling menyenangkan, cuma keluar duit 5000, buat bayar parkir!! Itu semua karena kebaikan hati Maulana (birthday man) dan Shinno (juragan). Ah betapa menyenangkannya, dan yang bikin gw lebih seneng adalah, ini bukan acara buka puasa bersama "GRATIS" yang terakhir, karena masih ada yang mengantri untuk menjadi donor acara buka puasa bersama lainnya (ngelirik zaki.. hehehehe).

Wednesday, August 26, 2009

Haruskah di'catut" terlebih dahulu baru diperhatikan??


Yap, lagi-lagi Malaysia bikin masalah. Masih sama dengan permasalahan yang dulu, yaitu mengaku-ngaku hak cipta atas kebudayaan Indonesia. Setelah lagu Rasa Sayange, Wayang, Reog Ponorogo, batik, sekarang yang menjadi korbannya sekarang adalah tari pendet, salah satu tarian daerah dari Bali yang lumayan terkenal. Sekilas mengenai tari pendet bisa dilihat di "http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet".


Malaysia telah mencatut tari pendet kedalam iklan pariwisatanya yang berjudul Enigmatic Malaysia. Iklan itu disiarkan oleh Discovery Channel secara meluas ke seluruh dunia. Hal tersebut memunculkan berbagai macam reaksi dari orang-orang Indonesia. Sebagian besar rakyat Indonesia sangat berkeberatan dengan tindakan yang diambil oleh sang negara tetangga. Banyak sudah komentar-komentar pedas yang ditujukan kepada Malaysia. Salah satunya keluar dari Menbudpar, Jero Wacik, yang melayangkan surat protes kepada pemerintah Malaysia karena telah memasukkan tari pendet ke dalam iklan pariwisata mereka.

Sebagai orang Indonesia yang cinta mati dengan keanekaragaman budaya yang ada di negeri ini, emosi gw agak tersulut waktu mendengar kabar ini. Terlebih lagi kalau melihat adu komentar dari kedua pihak (Indonesia dan Malaysia) yang ada di beberapa forum. Tetapi, setelah gw pikir-pikir lagi, ternyata ada nilai positifnya dari acara pencatutan budaya ini.

Jangan berfikir negatif dulu. Maksud gw, karena terjadinya pencatutan budaya oleh negara tetangga, banyak dari rakyat Indonesia yang lebih menghargai kebudayaan negerinya. Ini bisa dijadikan teguran untuk seluruh rakyat Indonesia agar lebih mencintai kebudayaannya. Sekarang mereka lebih concern mengenai kekayaan budaya Indonesia. Kenyataan yang sangat menyedihkan memang, lebih menghargai sesuatu jika sudah direbut oleh pihak lain.

Kalau dilihat kebelakang, memang banyak orang Indonesia, terutama kaum muda yang lebih cenderung "mencintai" kebudayaan barat, karena dianggap jauh lebih "keren". Selain itu juga banyak yang lebih memilih untuk travel ke luar negeri karena menganggap kalau jalan-jalan ke luar negeri memiliki "kasta" lebih tinggi. Bagaimana orang luar bisa tertarik untuk mendatangi atau belajar lebih jauh tentang kebudayaan Indonesia jika tidak dimulai dari rakyat Indonesia itu sendiri?

Alangkah baiknya apabila kejadian ini bisa kita jadikan pelajaran yang berharga untuk ke depannya. Marilah kita lebih mencintai kebudayaan asli Indonesia, produk-produk asli Indonesia dan yang terpenting jadikanlah Indonesia sebagai bagian dari hidup kita. Tunjukkanlah kepada dunia luar kalau Indonesia memang kaya. Kaya akan budaya yang beraneka macam, kaya akan tempat-tempat indah yang bisa dikunjungi. Ingatlah selalu kalau BERSAMA KITA BISA!! Semangat!!

Buka Puasa Bersama Yukk

Memasuki bulan puasa, bisa dipastikan ajakan untuk buka puasa bersama dari teman-teman akan melimpah. Terlebih lagi bila sudah memasuki minggu ke 3 di bulan Ramadhan. Sebenarnya apa yang membuat acara buka bersama menjadi lebih menarik? Toh, buka bersama juga bisa disamakan dengan makan bersama yang sering kita lakukan bersama teman-teman.
Buat gw pribadi, untuk ikut acara buka puasa bersama ibarat makan buat simalakama. Kenapa? Soalnya 99% dari acara buka puasa bersama yang gw ikutin ga disertai sholat tarawih, tapi di lain pihak ada kesenangan tersendiri kalo ikutan acara buka bersama teman-teman. Emang sih, sholat tarawih bisa dilakukan sendiri, tapi di bulan yang suci ini alangkah indahnya bila dilakukan secara berjamaah di Masjid? Pendapat gw ini mungkin bertolak belakang dengan orang lain, tapi wajar kok kalo orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Sekarang baru masuk hari ke 5 puasa, dan gw udah punya acara buka puasa bersama. Sebenernya ini juga ga direncanakan, cuma gara-gara iseng masang status di YM yang bilang "buka bersama yuk", ternyata ada temen gw yang nanggepin. Udah kadung masang status, mau ga mau gw harus mempertanggungjawabkan. Pertama-tama sih cuma ada 3 orang yang ikut, eh ternyata tadi pagi bertambah lagi orang-orang yang mau ikutan (hehehe). Jadi, terpaksa hari ini gw pass sholat tarawih bersama di mesjid :-( tapi gw seneng soalnya gw bakalan buka puasa bareng temen-temen yang udah lumayan lama ga ketemuan (kangen gila... wkwkwkwk). Ga tau deh minggu depan jadwalnya bakalan seperti apa, soalnya mulai dari sekarang banyak dari temen-temen gw yang juga merencanakan acara buka puasa bersama. Untuk sementara gw cuma bisa bilang, InsyaAllah gw dateng.... (coz we'll never know what will happen rite??). Cheerrss...

Sunday, August 23, 2009

Ramadhan has come...

Alhamdulillah, akhirnya gw bisa ketemu lagi dengan ramadhan tahun ini. Semoga di bulan yang suci ini gw bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik. Baik dari segi ibadah ataupun sifat dan perilaku. Agak disayangkan, gw ga bisa ngelaksanain ibadah shaum dari hari pertama. Tapi itu bukan hal yang gw sengaja, melainkan kodrat sebagai cewe yang mengharuskan gw untuk tidak puasa.

Gw pribadi sangat menantikan datangnya bulan ramadhan. Kenapa? Karena ga tau kenapa, kalo di bulan Ramadhan gw ngerasa segala sesuatu lebih damai, tentram dan menyenangkan! Walaupun kita diharuskan berpuasa, tetapi sama sekali tidak menjadi beban, malah ada nikmat tersendiri. Bisa menjalankan ibadah lebih khusyuk dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hal itu sangat berbeda dengan sewaktu gw masih kecil.

Dulu, waktu gw masih kecil, sekitar umur 5 atau 6 tahun. Bulan ramadhan menjadi bulan yang pengen cepet-cepet gw lalui. Soalnya gw paling males kalo harus berpuasa, ga kuat nahan haus! Ga jarang gw bohong sama nyokap, ngaku2 puasa, padahal mah minum terus di kamar (punten atuh mamah, hehehe). Selain itu, gw juga pengen cepet-cepet lebaran, biar bisa dapet baju + sepatu baru dan pastinya dapet salam tempel dari saudara-saudara (maklum,, nak kecil :p).

Untuk ramadhan tahun ini gw udah punya target yang pengen dikerjain. Walaupun target yang gw setting itu lumayan berat, gw akan berusaha untuk memenuhinya, InsyaAllah! Dua hari udah berjalan, dan dengan begitu gw juga kehilangan dua hari buat memenuhi target tersebut, huhuhu.. Semoga di sisa hari bulan Ramadhan ini semangat gw masih tetap membara seperti hari ini. Amiiin.

Sawarna, surga yang belum terjamah




Perjalanan panjang yang menghabiskan waktu lebih dari 7 jam, membuatku semakin penasaran akan indahnya tempat ini. Dan ternyata harapanku menjadi kenyataan.
Kulalui perjalanan yang terbilang panjang dengan tertidur lelap, sesekali terbangun karena guncangan keras akibat dari rusaknya jalan yang dilalui. Kami sampai ke Desa Sawarna, Banten sekitar pukul 4.30 pagi, suasana hening menyambut kedatangan kami. Masih dalam kondisi mengantuk, kami dikejutkan dengan Jembatan Goyang yang harus dilalui untuk mencapai lokasi penginapan. Penginapan yang tersedia bukanlah hotel berbintang, melainkan rumah penduduk yang disewakan, lebih dikenal dengan sebutan Home Stay. Tarif yang dipasang untuk semua Home Stay di desa ini seragam, yaitu 75 ribu per kepala, termasuk 3 kali makan (sarapan, makan siang dan makan malam).

Sesuai dengan rencana, aktivitas pertama adalah berburu matahari terbit di Pantai Ciantir. Pantai ini berada sekitar 300 meter dari penginapan. Di perjalanan sepintas aku melihat sebuah kandang yang terdapat beberapa kerbau, salah satunya yaitu kebo bule, sebutan untuk kerbau albino yang menggelitikku untuk mengabadikannya ke dalam foto. Tak lama kemudian sampailah kami ke Pantai Ciantir. Keindahan Pantai ini benar-benar diluar dugaanku sebelumnya. Pasir yang bersih, deru ombak yang menarik para pengunjung untuk sekedar bermain air, INDAH, sangat indah. Agak unik dalam berburu matahari terbit di desa ini, karena matahari mulai terbit agak siang dan menyembul diantara pepohonan kelapa. Prosesnya naiknya mataharipun cukup lama, sehingga bisa memuaskan hasrat kami untuk mengabadikannya ke dalam foto.

Di pinggir pantai tersebut terparkir beberapa perahu nelayan yang terjejer rapih, rupanya malam kemarin tidak ada nelayan yang pergi melaut. 50 meter agak kebelakang, terdapat tempat pelelangan ikan. Sayang sekali aku tidak berkesempatan melihat pelelangan ikan tersebut. Tak jauh dari situ terdapat bale-bale lokasi yang pas untuk sekedar berteduh dan berkumpul sambil menikmati suasana pantai yang menyenangkan.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pantai yang indah menuju Tanjung Layar. Di tengah perjalanan, aku melihat beberapa kuli bangunan yang sedang menikmati sarapan di bawah pohon rindang. Mereka sedang membangun beberapa cottage di pinggir pantai. "Ini mah yang punya orang bule mba" ujar salah satu dari mereka. Ternyata orang luar lebih aware dengan keindahan alam Sawarna dibandingkan dengan orang-orang Indonesia.

Setelah berjalan sekitar 500 meter, tibalah aku di pantai yang bernama Tanjung Layar. Jarak antara pesisir dan pantai lumayan jauh, harus melewati aliran air yang didalamnya terdapat bintang laut. Dari kejauhan terdengar dengan jelas debur ombak yang pecah oleh karang. Di Tanjung Layar ini terdapat dua buah karang besar, pemandangan akan lebih jelas terlihat apabila kita menaiki salah satu dari karang tersebut. Ombak di Tanjung Layar tergolong sangat besar, sangat cocok untuk dijadikan lokasi surfing. Tidak jarang kami dikagetkan karena sisa-sisa ombak yang melewati karang-karang.

Dengan menyusuri pantai sepanjang 2 kilometer dari Tanjung Layar kita akan sampai ke sebuah pantai yang tidak kalah indahnya, yaitu Legon Pari yang merupakan tujuan terakhir penyusuran pantai siang ini. Pantai ini memiliki struktur pasir yang lebih halus dan bersih apabila dibandingkan dengan Pantai Ciantir. Lokasi yang sangat tepat untuk menikmati kelapa muda di tengah cuaca yang terik. Deburan ombak dan angin sepoi-sepoi sangat memanjakan dan membuatku tertidur pulas di salah satu bale-bale yang terdapat di pinggir pantai. Jika berjalan lebih jauh lagi ke arah timur, kita akan sampai ke Pantai Karang Taraje yang sama indahnya.

Perjalanan kembali ke penginapan juga tidak kalah menarik. Kami harus naik turun bukit serta melewati hamparan sawah yang hijau dan cantik. Trekking yang cukup melelahkan, tetapi kelelahan itu tertutupi dengan indahnya pemandangan di sepanjang jalan yang memanjakan mata. Dari indahnya warna biru pantai beralih ke hijaunya hamparan sawah, bisa dikatakan sebagai surga dunia.

Masih banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi di Desa yang hampir seluruh penduduknya menggunakan bahasa sunda ini. Salah satunya adalah Goa Lalay yang bisa ditempuh dengan trekking naik turun bukit, meniti pematang sawah dan menyebrangi sungai yang dangkal. Jarak yang harus ditempuh adalah sekitar 3 kilometer. Goa ini menyuguhkan pemadangan stalaktit dan stalaknit yang natural dan indah bila diterangi dengan cahaya dari lampu senter. Bagian dasar goa ini adalah lumpur yang memiliki ketebalan sekitar 10-15 sentimeter.

Tidak cukup kosakata yang bisa digunakan untuk menggambarkan keindahan desa Sawarna. Desa yang memiliki keindahan alam yang berlimpah, lokasi-lokasi wisata yang memberikan banyak kejutan-kejutan yang menarik.
NB. Foto-foto bisa dilihat di http://n3ngirma.multiply.com/

A little tribute for a lovely friend named Uyum




Looking back few years ago, not so memorable meeting, but now we always have unforgettable moments!!

Memang, gw akuin kalo kalimat yang gw tulis diatas terkesan lebay, tapi itulah kenyataannya. Gw ga lagi nyeritain tentang seorang cowo, tetapi malah penyuka cowo (hehehehe). Dia adalah salah satu temen (aneh) yang gw kenal di sebuah tempat yang indah untuk dikenang tapi males untuk didatengin, which is HPPM (my old workplace).

Ditengah hiruk pikuk orang yang sedang menyerbu makan siang mereka, gw melihat satu sosok asing berjilbab yang bergabung dengan grup wanita dari sebuah Departemen. “Wah ada orang baru, kok kaga dikenalin ke gw ya?” pikir gw. Bukannya gw sok merasa harus dikenalin ke orang baru, but that’s the procedure. Setiap ada orang baru, pasti diajak keliling buat dikenalin ke semua departemen. Saat itu sebenernya gw penasaran, tapi rasa lapar mengalahkan rasa penasaran gw terhadap satu sosok asing itu (kerja pabrik cuuuy), dan akhirnya terlupakan dengan begitu saja.

Teng..teng.. Bel pulang berbunyi (eh, ini beneran!!). Tanpa basa basi gw langsung kabur menuju ruang loker yang berada di lantai 2. Di perjalanan menuju loker gw yang saat itu berada di ujung, sepintas gw ngeliat anak baru itu lagi. Agak penasaran, tapi lagi2 gw lebih fokus buat ganti baju dari pada bertanya mengenai siapakah sosok asing tersebut. Di dalam bis pas perjalanan pulang gw ngeliat dia, ternyata dia satu jemputan ma gw. Sampailah gw ke puncak rasa penasaran, dan bertekad untuk nanya ke orang-orang, tapi (lagi2!!) ga ada yang bisa tanyain, orang2 pada sibuk ma mimpi mereka masing2. Dan hari itupun berlalu tanpa gw tau siapakah anak baru itu.

Zumrotus Saadah, itulah nama lengkapnya, Uyum, itulah nama panggilannya. Informasi itu gw dapet dari temen sesama admin. “Buset ni orang jawa bener yak??” itulah kesan pertama gw ngobrol ma uyum. Logat jawa masih menempel dengan cara bicaranya. Agak menggelitik buat gw yang kurang familiar ma bahasa ato logat jawa. Kalo dilihat sepintas, uyum kaya wong deso yang polos, dan dia memang wong deso, tapi TIDAK POLOS! Ternyata dia memiliki “ilmu” tinggi di suatu bidang yang gw ga ngerti sama sekali! She sure know porn movies!! *LOL*

“Mba”… kata itu selalu melekat dengan nama para perempuan yang dia panggil. Baik orang itu memang lebih tua ataupun setara dengannya. Mungkin itu adalah cara dia untuk menghormati lawan bicaranya.

Setelah mengenal lebih jauh, I consider her as rebellion! Kenapa begitu? Berdasarkan cerita yang gw dapet, dia berasal dari sebuah lingkungan keluarga yang agamis di daerah Jombang (somewhere around east Java) yang tinggal di wilayah pesantren yang punya aturan yang sangat kaku. Dan dia bertekad untuk tidak mengikutin cara hidup seperti itu (I think that’s one of the reason why she works far away from home).

Satu hal yang bikin gw salute, dia ga malu untuk ngaku kalo dia ga tau! Ga malu dibilang ketinggalan jaman. Sangat terbuka untuk menerima kritik dan masukan. She loves to read newspaper, that’s for sure! Dan, karena kebiasaannya dia ini, gw banyak banget dapet informasi terkini, entah itu masalah politik sampe ke gossip-gosip terkini (keseringannya sih update gossip).

Suatu waktu di bulan juni, gw mengungkapkan keinginan buat jalan-jalan ke Jogja. Dan ternyata disambut dengan antusias oleh Uyum. Akhirnya perjalanan itupun terwujud pada bulan Agustus 2007. Bisa dibilang itu adalah perjalanan gw terjauh bareng dia. Bener-bener perjalanan yang tak terlupakan. Bayangin aja, kita jalan-jalan ke Borobudur yang terletak di Magelang naek MOTOR!! Gw yang dulu takut banget naek motor, ga ketinggalan gampang masuk angin kalo naek motor kelamaan, bersedia pergi ke Borobudur yang berjarak lebih dari 40km!! And it’s all because of HER (98 degrees mode:on). The trip it self was totally full of adventure.

Kemudian tibalah waktunya gw “lulus” dari Pabrik yang berada nun jauh disana. Dengan begitu gw juga berpisah dengan teman-teman yang selama bertahun-tahun mengisi hari-hari gw dengan canda tawa, termasuk Uyum. Dan waktu itu ternyata gw bener-bener berpisah dengan mereka *my dearest old mates*. Gw sibuk dengan aktivitas baru di Jakarta, dan mereka juga sibuk dengan aktivitas mereka.

Awal tahun ini, diawali dengan kepindahan Uyum ke Jakarta, akhirnya gw kembali intens berhubungan ma temen lama gw itu. Selang waktu yang lumayan lama ga membuat temen gw berubah. Masih pada suka gossip!! Dengan merambah Jakarta, sedikit demi sedikit Uyum mulai menunjukkan peningkatan dalam pengetahuannya mengenai segala macam intrik kehidupan Jakarta. Bahkan bisa dibilang dia lebih tau dibanding gw.

Hampir sebulan sekali kita ngadain acara ketemuan, saling berbagi cerita mengenai kehidupan masing-masing, melakukan hal-hal yang tidak terlupakan. Tanggal 15 Agustus kemarin Uyum merayakan hari ulang tahunnya yang ke 27 (Happy Birthday dearest mate!!). Sebagai teman, gw cuma bisa mendoakan semoga teman gw yang satu ini bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya, baik karir maupun jodoh.


Once again, I wishing you a great and joy full life!! We (me, kawe, kartolo) will always be friend in need, stay tuned everytime you need someone to talk or just shared anything you have in mind.


Monday, August 10, 2009

Batik Komar, warisan leluhur yang terlukis di atas kain

Hanya dengan 1 jam, aku dapat menambah wawasan mengenai salah satu budaya bangsa.
Mendaki gunung lewati lembah.....(OST Ninja Hattori).
Entah kenapa lagu itu terus terngiang-ngiang di telingaku ketika rombongan kami menuju Workshop Batik Komar yang berlokasi di Komplek Cibeunying Permai, Bandung. Mungkin agak berlebihan jika dibilang harus mendaki gunung dan melewati lembah, tetapi infrastruktur jalan menuju lokasi memang diisi dengan tanjakan yang bisa terbilang curam.

Siang itu cuaca sangat terik, tetapi seketika berubah menjadi segar ketika kami memasuki lingkungan workshop Batik Komar. Kami disambut dengan hangat oleh sang pemilik, yaitu Bapak Komarudin. Nuansa Jawa sangat kental di workshop ini, bisa dilihat dari ukiran-ukiran kayu yang berada di pintu dan serta jendela pada beberapa bangunan. Salah satu hal unik yang kutemukan adalah semua pegawai penerima tamu memakai seragam batik, benar-benar menandakan bahwa ini adalah area Batik.

Di area yang luas itu terdapat sebuah lapangan bulu tangkis serta beberapa bangunan yang memiliki fungsi masing-masing. Yang pertama adalah bale-bale yang berada di sebelah kanan gerbang, hanya berupa lahan bertegel yang diberi atap, tempat yang tepat untuk menikmati segarnya udara Bandung. Hanya beberapa langkah dari situ terdapat lokasi pembuatan cetakan batik yang berbahan baku dari tembaga. Agak masuk ke dalam terdapat gallery, dimana kita dapat membeli kenang-kenangan berupa baju atau kain yang tebuat dari batik. Bergeser ke kiri, di lantai 2 terdapat mess tempat tinggal para karyawan, tidak ketinggalan sebuah mushola yang tampak terawat dengan baik. Di seberang mushola terdapat rumah panggung yang unik, sering digunakan oleh sang pemilik untuk menerima tamu, serta sebuah panggung kecil dangan spanduk yang bertuliskan " Batik Komar, The Longest Indonesian Batik Art in The World".
Sedikit menilik kebelakang, Batik Komar merupakan usaha turun temurun keluarga dari H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds yang berasal di desa Trusmi yang dikenal sebagai sentra industri kerajinan batik di Cirebon. Kedua orang tua Pak Komar adalah pedagang batik keliling dan sudah memperkenalkan beraneka ragam desain batik kepada putranya sedari kecil. Untuk lebih memajukan usaha keluarganya, Pak Komar pun berhijrah ke Bandung untuk menuntut ilmu. Gelar Sarjana beliau dapatkan di FISIP UNPAD, jurusan Hubungan Internasional kemudian dilanjutkan ke FSRD ITB jurusan Desain untuk program Magister.

Batik Komar didirikan pada tahun 1998, mengambil nama panggilan sang pemilik di lingkungan keluarga dan teman-temannya. Dari awal berdiri sampai sekarang tidak sedikit penghargaan yang sudah diraih, antara lain adalah masuk ke dalam Guiness Book of Record pada tahun 2005 karena berhasil membuat batik terpanjang di dunia (mengelilingi Gedung Sate dengan corak batik berdasarkan kebudayaan dari Sabang sampai Merauke). Sekarang Batik Komar bisa dikategorikan sebagai usah besar karena sudah memiliki pegawai sejumlah 400 orang yang disebar di seluruh workshop dan showroom.

Suasana sangat menyenangkan ketika beliau dengan antusias menjawab semua pertanyaan yang kami ajukan mengenai batik. "Yang membedakan batik dengan bahan bercorak lainnya adalah batik menggunakan lilin sebagai pelintang warna" ujar bapak dari 4 orang anak itu. Untuk mendapatkan batik yang sesuai baik itu desain atau warna, harus melalui beberapa proses. Secara garis besarnya adalah proses penggambaran kain dengan lilin (ngelowong), pewarnaan (terdiri dari beberapa tahapan) dan pelepasan lilin (lorod). Proses ngelowong terbagi dua, yaitu dengan cara dicetak/cap dan ditulis. Di workshop Batik Komar, pembuatan batik menggunakan cap lebih mendominasi dibandingkan dengan batik tulis.

Untuk memuaskan rasa keingintahuan yang memuncak, kamipun diajak berkeliling tempat pembuatan batik yang berada di belakang. Lokasi pertama adalah tempat pembuatan cetakan/cap berdasarkan desain yang terlebih dahulu dibuat dengan komputer. Bahan utama cap adalah lempengan tembaga tipis (0.25 - 0.5 mm) yang konon katanya berasal dari potongan-potongan sisa kabel proyek PLN yang dipipihkan di daerah Tegal. Lempengan tembaga ini harus memiliki ketipisan yang sama, kemudian dipotong dengan ukuran yang sama (sekitar 1 cm). Agar potongan lurus dan untuk menghindari perbedaan ukuran, sebelum dipotong lempengan tembaga tersebut diberi garis terlebih dengan alat yang diberi nama jangka. Proses pembuatan cap ini membutuhkan ketekunan serta ketelitian dari sang pembuat. "Satu cetakan bisa selesai dalam waktu 2 minggu", terang sang pemilik.

Puas dengan penjelasan mengenai pembuatan cap, kamipun melanjutkan ke proses ngelowong dengan menggunakan cap (pencapan), tahap awal pembuatan batik cap. Di ruangan yang memiliki aroma yang khas dan udara yang "hangat" ada 11 bilik, didalamnya terdapat pekerja laki-laki yang bertugas mencap lilin ke bahan dengan menggunakan cap berukuran 18x18 cm. Masing-masing pekerja bisa selesai mencap 1 helai kain berukuran 2.85 m dalam sehari. Kesulitan yang paling sering ditemui pada proses ini adalah menuangkan pola yang berkesinambungan ke dalam bahan berukurunan 2,85 m. Ditengah udara yang "hangat" dan bau, ada sebuah hal yang menggelitik dan membuatku tertawa. Ada seorang pekerja yang menempelkan gambar (bukan poster) penyanyi muda berbakat Indonesia, yaitu Bunga Citra Lestari. "Biar ngecapnya lebih semangat mbak..", ujar pemuda itu. Sungguh polos ucapan yang keluar dari mulutnya.

Tak jauh dari ruang pencapan, tampak 3 orang gadis yang dengan lemah lembut menuliskan corak ke sehelai kain. Inilah proses awal dari batik tulis. Sangat berbeda dengan batik cap, pengerjaan batik tulis jauh lebih memakan waktu, yaitu lebih dari 1 minggu untuk sehelai batik. Yang membuat kuterperangah adalah mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan untuk belajar menulis pola/motif di atas kain. Benar-benar waktu yang tergolong singkat untuk belajar hal rumit! Dalam proses penulisan motif, terdapat proses yang benar-benar menonjolkan sisi feminin dari gadis-gadis tersebut. Yaitu proses peniupan canthing setelah mereka memasukan lelehan lilin ke dalam canthing.

Perjalanan dilanjutkan ke proses selanjutnya, yaitu proses pewarnaan. Proses ini dilakukan dengan cara membentang kain dengan menggunakan kayu sebagai sanggahan, yang kemudian perlahan-lahan dioleskan cairan pewarna sampai seluruh bagian terlapisi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, proses pewarnaan ini diulang beberapa kali sampai jadi komposisi warna batik yang sesuai dengan yang diinginkan.

Pemberhentian terakhir adalah ruang kerja dari Pak Komar yang bersebelahan dengan ruangan yang digunakan sebagai gudang. Di dalam ruangan tersebut terdapat sebuah komputer dan kumpulan koleksi cap dengan berbagai desain yang tersusun rapi pada beberapa rak bertingkat berdasarkan kategori desain. “Sekitar 150 desain sudah saya daftarkan sebagai hak cipta” ujar sang pengurus Yayasan Batik Indonesia. Tidak jarang ada beberapa daerah meminta untuk dibuatkan motif batik yang sesuai dengan kebudayaan mereka. Dan hal tersebutlah yang membuat Batik Komar semakin dikenal seantero tanah air bahkan manca negara.

Umumnya, batik tulis memiliki harga jual yang jauh lebih mahal dibanding dengan batik cap. Tetapi hal tersebut tidak berlaku pada Batik Komar yang lebih banyak memproduksi batik cap. Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh Batik Komar sudah diakui oleh berbagai pihak. Tidak sedikit daerah yang meminta untuk dibuatkan motif batik yang sesuai dengan jati diri daerah mereka. Keberhasilan Batik Komar dalam memperkenalkan batik sebagai budaya bangsa patut diacungi jempol, karena secara tidak langsung bisa memperlihatkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya.
Tour de Batik Komar diakhiri dengan senyum penuh kepuasan. Kepuasan karena sudah bisa mengenal lebih jauh Rumah Batik Komar dan mendapatkan ilmu dasar mengenai proses pembuatan batik, yang merupakan salah satu budaya bangsa. Tidak lupa, kamipun tidak pulang dengan tangan hampa, karena terdapat gallery yang menjual berbagai macam batik. Hmm, benar-benar perjalanan yang sesuai dengan slogan Rumah Batik Komar, yaitu Wisata Batik, Belajar dan Belanja.

Wednesday, August 5, 2009

Karaoke yang "KENTANG"


Dua hari yang lalu, di tengah suasana kantor yang sunyi, tiba2 ada suara anak kecil nyanyi lagu cicak2 di dinding. Agak lama sebelum gw tersadar kalo itu adalah bunyi ringtone hape gw sendiri!! Ternyata si Kartolo (baca : karyawan ajaib dari HPPM) yang nelpon. Ringkasan percakapannya mirip kayak gini:



Kartolo : "Asalamualaikum... Bol, besok ada rencana lembur tak?".

Gw : "Heh? Maksudnya?" *FYI, gw itu tergolong miss teng go*

Kartolo : "Besok ada uyum (baca : salah satu temen gw yang ajaib juga) mo nraktir karaoke, tapi dia bisanya jam stengah 7."

Gw : "Yah, kalopun kaga lembur juga gw jabanin dah kalo ada yang gratisan..**ga mo rugi mode:on*"

Kartolo : "OK deh, sampe besok ya. Assalamualaikum"

Gw : "sipp.. waalaikum salam.."

....On the Day....

Sekitar jam 6 gw nelpon si Kartolo dan ternyata dia udah nyampe di Plangi. FYI, rencana karaokenya di I***LV***A yang ada di Plangi. Abis sholat maghrib, gw langsung menuju lokasi (kebetulan kantor gw berlokasi di seberang Plangi). Setelah perjalanan singkat dan pengalaman pahit di ATM, akhirnya gw ketemu mereka sekitar jam 7 kurang di sebuah restoran yang ada di lantai 10. Berhubung ketemuan di resto, gw ngerasa kurang afdol kalo ga mesen makan, so walo ga ngerasa laper gw tetep mesen makan *yang teryata mengecewakan rasanya*.
Makan (yang ga enak) selesai, kitapun turun ke lantai 6. Pas nyampe, ternyata tempat karaoke itu penuh dengan orang, dan kita masuk waiting list nomor ke 6. Bener2 ga nyangka!! Padahal kan itu hari kerja, trus dah lumayan malem pula (around 8PM). Karena ngerasa dah tanggung, kitapun bersedia nunggu antrian yang ga jelas berapa lama. Nah, sambil nunggu giliran, tibalah saatnya untuk berPOTO **narsis mode:on**. Puas mempermalukan diri sendiri, tiba juga giliran kita **akhirnyaaa**.
Pas kita masuk ruangan, waktu menunjukkan pukul 2045 (lama juga nunggunyaahh). Ga mo rugi, kita langsung masukin list lagu yang pengen dinyanyiin. Gw baru tau, kalo di tempat karaoke yang itu ternyata sekarang ada nilainya juga! Tapi ga tau kenapa ada satu lagu yang nyanyiin kaga keluar nilainya (T_T), analisa dari temen2 gw itu sih gara2 suara gw beneran parah pas nyanyi :-(
Setelah nyanyi beraneka ragam lagu (termasuk lagu jepang dengan teks kanji...wkwkwkwk), ga berasa dan 1 jam, yang berarti dah hampir jam 10. Takut kemaleman dan emang kita semua juga dah ngerasa capek, akhirnya acara karaoke dihentikan saat itu juga. Sebenernya gw sendiri belom ngerasa puas nyanyi (baca : tereak ga jelas), tapi tenggorokan gw serek gara2 mo nyaingin suara melengkingnya si uyum (hahaha).
Pas mau keluar, tenyata pintu yang kebuka cuma satu (yang ke arah KOMDAK), dan si kartolo pun kudu muter dari luar buat ke parkiran (kesian deh...wkwkwkwk). Overall, it was a fun night! I really enjoy singin Hitomi no Juunin with you gals!! And for Uyum, i hope this will be the first and wont be the last yakss! Lookin forward to meet you all again (^o^)

Tuesday, August 4, 2009

Innalilahi... mbah surip meninggal!


Pertama kali gw denger kabar meninggalnya idola baru Indonesia "mbah surip" itu di skype conference ma anak2 Japan Quotes. Pertama kali denger sih gw cuma nganggep kalo itu cuma becandaannya anak2 doang. Soalnya kita emang suka becanda ala "tak gendong kemana-mana" di conference itu. Tapi, pas gw iseng baca berita seleb di detik.com, dan ternyata ada!! **ga mungkin kan detik ngeboong**. Gw lumayan kaget dan ngerasa keilangan. Yah, emang sih beliau itu bukan idola gw, tapi gw salut banget ma si "kakek gimbal nan nyentrik" itu. Gimana engga, di umurnya yang 60 tahun itu dia bikin gebrakan di dunia musik Indonesia dengan singlenya "Tak Gendong Kemana-mana".

Gw termasuk yang terlambat mengenal sosok Mbah Surip ini. Lagu hitlistnya aja baru gw denger kurang lebih 2 bulan yang lalu. Penasaran gara2 orang pada ngomongin Mbah Surip, akhirnya iseng gw meng"google" dan keluarlah link youtube buat video klip lagu fenomenal itu. Pertama kali denger gw cuma bisa ketawa ngakak gara2 lirik ma video klipnya yang lucu, tapi ga tau kenapa ujung2nya gw jadi sering bersenandung lagu itu :p.

Hari ini Indonesia berkabung. Itu bisa dilihat dari banyaknya status fesbuk orang2 yang berduka dan merasa kehilangan sosok seorang Mbah Surip, juga banyaknya stasiun TV yang memberitakan meninggalnya si Mbah. Dan, yang pasti berita meninggalnya penyanyi fenomenal yang baru beberapa bulan dikenal masyarakat udah ngalahin berita hilangnya pesawat Merpati Airlines di sekitar Papua!! Intinya, gw pribadi ngerasa kehilangan seorang tokoh yang memberikan angin sejuk di tengah kemaraunya dunia hiburan di Indonesia. Walaupun banyak yang bilang kalo lagu "Tak Gendong" itu ga bermutu, tapi gw tetep bersyukur lagu itu ada. Karena menurut gw masyarakat Indonesia emang butuh banget hiburan buat lari sejenak dari kepenatan karena rutinitas sehari-hari.

Selamat jalan Mbah Surip. Lagumu pasti akan selalu terkenang (at least bagi kami2 yang hidup di periode sekarang). Istirahatlah dengan tenang di surga (amiiiiiinnn...)

Sunday, August 2, 2009

My days at Umang Island...Chapter 3

Finally... dah nyampe ke chapter terakhir!! Okeh, di chapter ini gw bakalan bahas tuntas kisah gw di Pulau Umang. Sedikit mengingatkan kembali, di chapter pertama gw nyeritain prosesi mulai dari keberangkatan sampe session pengejaran matahari. And in second chapter is all about costume party++. Nah, di chapter ini bakal bahas tuntas dari kisah hunting sunrise sampe kepulangan rombongan GTA ke Jakarta. Well, let's get it on!!

3rd CHAPTER


Pagi itu gw bangun sekitar jam 0530 (lebih dikit). Walaupun kasur nan empuk ma selimut hangat terus-terus ngegoda gw buat balik tidur, tetep aja gw maksain buat bangun dan berburu foto sunrise. Abis cuci muka ma sikat gigi, gw pun keluar dari cottage dengan menenteng kamera gw tercinta. Perjalanan hunting pagi itu bener-bener penuh tantangan!!! Gimana engga, anginnya kenceng banget ditambah gw ga bawa tripod buat menyanggah kamera. Banyak poto yang gw yang hasilnya blur (padahal gw motonya sambil nahan napas). Sekitar jam 6an, matahari mulai muncul, dan Alhamdulillah ada beberapa hasil poto yang terbilang "lumayan" (daripada gw nyesek bela2in bangun pagi tapi ga dapet hasil..). Sekitar jam 7, gw pun balik lagi ke cottage bwat nerusin tidur (hehehe).


Sampe di cottage, gw malah ga bisa tidur akhirnya malah sibuk nonton film yang diputer di TV. Ga lama kemudian, temen2 gw pada kebangun semua (mungkin gara-gara gw berisik kali ye??) trus mereka siap-siap buat naik banana boat (huhuhuhu). Pas mereka pergi ke tempat banana boat, dan karena satu hal gw ga bisa ikut menikmati games itu (i've got my period!! huhuhu), gw memutuskan buat stay di cottage dan lanjutin nonton film (yang ternyata berhenti di tengah2!!). Kecewa gara-gara film yang cuma diputer setengah, gw pun pergi ke luar sambil nenteng kamera (berharap bisa dapet poto bagus... wkwkwkwk).

Sekitar jam 9, temen2 gw dah pada selesai mandi (gw belom mandi.. hehehe), kita pergi buat sarapan di lobby. Selain omelettenya, menu sarapan pagi itu ga ada yang berkenan dihati gw (dah pada dingin semua..huhuhu). Setelah 1 jam dilewatin buat sarapan sambil berbincang-bincang ringan (aduh bahasa gw..), kita lanjut poto-poto di pantai. Puas poto2, kita langsung balik ke cottage (waktunya buat gw mandi..hehehe) dan ngepack karena kita pulang ke Jakarta hari itu. Ga berasa udah jam 12, waktunya buat check out dan makan (lagiii??) siang.

Makan siang (yang kurang banyak kuantitasnya) dilalui dengan gerutuan (ngedumel) dari sebagian besar orang. FYI, antrian makan siang sangat panjang dikarenakan makanan yang tersedia sangat kurang, banyak tray yang dibiarkan kosong tanpa di refill kembali (keterlaluan banget deh!!). Thank god i had late breakfast on that day!!


Setelah makan siang yang singkat, kita mulai bergerak ke dermaga untuk mengantri boat yang akan menyebrangkan ke main island. Cuaca yang cerah malah cenderung terik membuat rombongan lebih memilih untuk menunggu giliran di dekat resort. Setelah nunggu agak lama, akhirnya tibalah giliran rombongan gw naik ke boat. Wah perjuangan berlanjut neehh, itu yang ada di otak gw pas naik boat. Gimana engga, saat itu gw mikirin perjalanan Ujung kulon - Jakarta yang pasti menghabiskan banyak energi (padahal gw cuman duduk doang!).
Ga lama setelah gw nyampe di main island, rombongan bis GTA langsung berangkat (soalnya gw tuh rombongan boat kedua terakhir). Perjalanan kali ini 180% beda dari yang kemarin. Bener-bener dilalui dengan keheningan. Bisa dibilang rombongan bis yang gw tumpangin dah tepar (termasuk gw!!). Keheningan itu pecah sewaktu bis gw diberhentiin di daerah Carita gara-gara ada pohon yang mau ditebang (what a great timing!!).
Setelah nunggu kurang lebih 15menit dengan penuh ketidakjelasan, akhirnya kita dipersilahkan melanjutkan perjalanan. Nah, sebelum ke Jakarta, kita berhenti sebentar di Anyer buat cofee break. Sekitar jam 1800 kita sampe ke Hotel Marbella, Anyer (buat cofee break yang kemaleman..hahahaha). Perjalanan ke Jakarta lanjut sekitar jam 1830, alhamdulillah lancar terkendali. Rombongan gw adalah rombongan pertama yang sampe di pemberhentian (BRI2), trus disusul ma bis-bis yang lain. Dan inilah akhir perjalanan OUTING GTA 2009 goes to UMANG. Although it's not perfect, but it's quite a fun and joyfull trip!! Alhamdulillah!!