Sunday, August 23, 2009

A little tribute for a lovely friend named Uyum




Looking back few years ago, not so memorable meeting, but now we always have unforgettable moments!!

Memang, gw akuin kalo kalimat yang gw tulis diatas terkesan lebay, tapi itulah kenyataannya. Gw ga lagi nyeritain tentang seorang cowo, tetapi malah penyuka cowo (hehehehe). Dia adalah salah satu temen (aneh) yang gw kenal di sebuah tempat yang indah untuk dikenang tapi males untuk didatengin, which is HPPM (my old workplace).

Ditengah hiruk pikuk orang yang sedang menyerbu makan siang mereka, gw melihat satu sosok asing berjilbab yang bergabung dengan grup wanita dari sebuah Departemen. “Wah ada orang baru, kok kaga dikenalin ke gw ya?” pikir gw. Bukannya gw sok merasa harus dikenalin ke orang baru, but that’s the procedure. Setiap ada orang baru, pasti diajak keliling buat dikenalin ke semua departemen. Saat itu sebenernya gw penasaran, tapi rasa lapar mengalahkan rasa penasaran gw terhadap satu sosok asing itu (kerja pabrik cuuuy), dan akhirnya terlupakan dengan begitu saja.

Teng..teng.. Bel pulang berbunyi (eh, ini beneran!!). Tanpa basa basi gw langsung kabur menuju ruang loker yang berada di lantai 2. Di perjalanan menuju loker gw yang saat itu berada di ujung, sepintas gw ngeliat anak baru itu lagi. Agak penasaran, tapi lagi2 gw lebih fokus buat ganti baju dari pada bertanya mengenai siapakah sosok asing tersebut. Di dalam bis pas perjalanan pulang gw ngeliat dia, ternyata dia satu jemputan ma gw. Sampailah gw ke puncak rasa penasaran, dan bertekad untuk nanya ke orang-orang, tapi (lagi2!!) ga ada yang bisa tanyain, orang2 pada sibuk ma mimpi mereka masing2. Dan hari itupun berlalu tanpa gw tau siapakah anak baru itu.

Zumrotus Saadah, itulah nama lengkapnya, Uyum, itulah nama panggilannya. Informasi itu gw dapet dari temen sesama admin. “Buset ni orang jawa bener yak??” itulah kesan pertama gw ngobrol ma uyum. Logat jawa masih menempel dengan cara bicaranya. Agak menggelitik buat gw yang kurang familiar ma bahasa ato logat jawa. Kalo dilihat sepintas, uyum kaya wong deso yang polos, dan dia memang wong deso, tapi TIDAK POLOS! Ternyata dia memiliki “ilmu” tinggi di suatu bidang yang gw ga ngerti sama sekali! She sure know porn movies!! *LOL*

“Mba”… kata itu selalu melekat dengan nama para perempuan yang dia panggil. Baik orang itu memang lebih tua ataupun setara dengannya. Mungkin itu adalah cara dia untuk menghormati lawan bicaranya.

Setelah mengenal lebih jauh, I consider her as rebellion! Kenapa begitu? Berdasarkan cerita yang gw dapet, dia berasal dari sebuah lingkungan keluarga yang agamis di daerah Jombang (somewhere around east Java) yang tinggal di wilayah pesantren yang punya aturan yang sangat kaku. Dan dia bertekad untuk tidak mengikutin cara hidup seperti itu (I think that’s one of the reason why she works far away from home).

Satu hal yang bikin gw salute, dia ga malu untuk ngaku kalo dia ga tau! Ga malu dibilang ketinggalan jaman. Sangat terbuka untuk menerima kritik dan masukan. She loves to read newspaper, that’s for sure! Dan, karena kebiasaannya dia ini, gw banyak banget dapet informasi terkini, entah itu masalah politik sampe ke gossip-gosip terkini (keseringannya sih update gossip).

Suatu waktu di bulan juni, gw mengungkapkan keinginan buat jalan-jalan ke Jogja. Dan ternyata disambut dengan antusias oleh Uyum. Akhirnya perjalanan itupun terwujud pada bulan Agustus 2007. Bisa dibilang itu adalah perjalanan gw terjauh bareng dia. Bener-bener perjalanan yang tak terlupakan. Bayangin aja, kita jalan-jalan ke Borobudur yang terletak di Magelang naek MOTOR!! Gw yang dulu takut banget naek motor, ga ketinggalan gampang masuk angin kalo naek motor kelamaan, bersedia pergi ke Borobudur yang berjarak lebih dari 40km!! And it’s all because of HER (98 degrees mode:on). The trip it self was totally full of adventure.

Kemudian tibalah waktunya gw “lulus” dari Pabrik yang berada nun jauh disana. Dengan begitu gw juga berpisah dengan teman-teman yang selama bertahun-tahun mengisi hari-hari gw dengan canda tawa, termasuk Uyum. Dan waktu itu ternyata gw bener-bener berpisah dengan mereka *my dearest old mates*. Gw sibuk dengan aktivitas baru di Jakarta, dan mereka juga sibuk dengan aktivitas mereka.

Awal tahun ini, diawali dengan kepindahan Uyum ke Jakarta, akhirnya gw kembali intens berhubungan ma temen lama gw itu. Selang waktu yang lumayan lama ga membuat temen gw berubah. Masih pada suka gossip!! Dengan merambah Jakarta, sedikit demi sedikit Uyum mulai menunjukkan peningkatan dalam pengetahuannya mengenai segala macam intrik kehidupan Jakarta. Bahkan bisa dibilang dia lebih tau dibanding gw.

Hampir sebulan sekali kita ngadain acara ketemuan, saling berbagi cerita mengenai kehidupan masing-masing, melakukan hal-hal yang tidak terlupakan. Tanggal 15 Agustus kemarin Uyum merayakan hari ulang tahunnya yang ke 27 (Happy Birthday dearest mate!!). Sebagai teman, gw cuma bisa mendoakan semoga teman gw yang satu ini bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya, baik karir maupun jodoh.


Once again, I wishing you a great and joy full life!! We (me, kawe, kartolo) will always be friend in need, stay tuned everytime you need someone to talk or just shared anything you have in mind.