Monday, September 14, 2009

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sebuah catatan kecil di salah satu malam ganjil.

Fabiayyiaalaa irobbikumaa tukadzdzibaan…
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ga terasa, gw netesin air mata waktu denger salah satu ayat surat Ar Rahmaan itu dikumandangin oleh imam sholat tarawih malam ini. Ga tau kenapa gw tiba-tiba ngerasa kalo selama ini banyak banget nikmat yang udah Allah kasih ke gw tanpa gw syukuri!! Gw selalu ngerasa kalo gw “kurang” mendapatkan nikmat-Nya, ngerasa kalo orang lain selalu “lebih” beruntung dari gw. Selama ini gw selalu ngeliat ke ”atas” dan lupa kalo di ”bawah” juga masih banyak orang yang mungkin jauh lebih bersyukur daripada gw. Ayat diatas bener-bener bikin gw ngerasa bersalah dan sedih!

Malam ini bisa dibilang merupakan malam di bulan Ramadhan yang membuat gw lebih membuka mata dan bersyukur akan semua nikmat yang udah Allah berikan selama ini. Gw mulai sadar ajaran nyokap gw selama ini emang bener. Beliau selalu bilang ke gw, “Biarin yang ada di ‘atas’ jadi pacuan buat gw supaya lebih maju lagi, dan jangan lupa buat selalu liat ke ‘bawah’ biar kita bisa terus bersyukur akan semua rezeki dari Allah yang udah kita dapatkan”. Selama ini gw akuin kalo gw lebih sering ngeliat yang ada di ‘atas’, jarang ngeliat yang ada di ‘bawah’.

Ga jarang gw ngerasa bosan dengan pekerjaan trus menyebabkan gw jadi males-malesan kerja. Padahal diluar sana masih banyak orang yang mati-matian nyari kerja. Sering merasa bosen dengan menu makanan “seadanya”, tanpa berpikir kalo masih banyak orang yang bersyukur bisa makan walau cuman sekali dalam sehari!! Ya Allah, gw memang kurang bersyukur akan semua rezeki yang udah dilimpahin ke gw. Dan yang lebih terpenting lagi, apa yang udah gw lakuin untuk menunjukkan rasa syukur gw?


Semoga rasa bersyukur ini bisa bertahan selamanya, bukan cuman untuk malam ini aja. Amin.




Wednesday, September 2, 2009

Which one do you choose?

Pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi sangat sulit untuk dijawab. Terlebih lagi jika kita diharuskan memilih salah satu dari 2 hal yang kita suka, atau berhubungan erat dengan kehidupan kita. Gw menulis mengenai hal ini terinspirasi dengan proses perceraian dari salah satu artis papan atas Indonesia. Pasangan yang selama ini selalu mengumbar kehidupan mereka yang bahagia ternyata harus berpisah.

Gw yang amat sangat tidak mengikuti berita para artis, lumayan terkaget-kaget sewaktu mendengar berita itu. Dan, yang ada dipikiran gw cuma gimana nasib kedua anak mereka? Anak-anak yang masih kecil dihadapkan kedalam sebuah pilihan yang teramat sulit. Mereka harus memilih salah satu diantara dua orang yang bisa dibilang sangat berpengaruh di kehidupan mereka selama ini!

Mungkin banyak yang merasa kalau pemikiran gw itu lebay, soalnya di lingkungan artis tradisi kawin-cerai itu sudah menjadi hal yang wajar. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, kenapa hal yang sesakral pernikahan bisa dianggap sepele seperti itu? Untuk apa menikah kalau tidak dianggap serius, dan dengan mudahnya bercerai? Apakah karena profesi menjadi seorang “artis terkemuka” bisa berlaku hal seperti itu? Too many questions, no need to answer is you’re not an “artist”.

Back to topic, mengenai kedua anak yang dihadapi dengan pilihan sulit, antara sang “mimi” atau “pipi”. Banyak info yang beredar kalau perceraian ini teradi karena desakan dari sang anak kepada ayah mereka. Menurut gw itu sangat diragukan kebenarannya! Karena anak seumuran mereka tidak mengerti apakah itu perceraian. Dan mereka pasti tidak mau berpisah dengan salah satu dari ayah atau ibunya. Sebab bisa dipastikan bila terjadi perceraian, maka mereka harus memilih untuk ikut bersama siapa nantinya. Tapi, nasi sudah berubah menjadi bubur, gugatan sudah masuk ke pengadilan dan perceraian sudah ada di depan mata. Gw cuma bisa turut berduka atas kejadian ini (kek yang kenal aje deh…wkwkwkwkw)

Gw sendiri yang lumayan udah “dewasa” mungkin bisa stress kalau dihadapkan dengan masalah seperti ini. Alhamdulillah, walaupun bukan keluarga yang harmonis nan romantis, kedua orang tua gw bisa bertahan sampe sekarang di usia pernikanan mereka yang berumur lebih dari 30 tahun dan semoga bisa terus sampai akhir hayat! Semoga gw bisa ngikutin kisah kasih mereka yang normal dan tidak berlebihan. Amiin.

Sunday, August 30, 2009

Antara Ampera ~ Paparons Pizza ~ Coffee Bean

Tiga lokasi yang berbeda, pastinya tema dan nuansa yang berbeda pula!
Tiga tempat diatas adalah lokasi gw ngadain buka bersama ma temen-temen di dua hari yang berbeda. Yang pertama, yaitu Ampera, adalah lokasi sewaktu gw buka bersama hari Rabu. Di acara yang tidak terencana sama sekali itu dihadirin oleh lumayan banyak personel (temen DF), antara lain Ferza, Shinno, Kobeng, Naka, Shizuka dan kak Anggi (gw baru kenalan ma dua nama terakhir). Nah untuk lokasi kedua dan ketiga, yaitu Paparons Pizza dan Coffee Bean, adalah lokasi kedua gw buka puasa bersama. Sama seperti yang pertama, personel acara ini juga dari temen-temen DF, antara lain Maulana, Shinno (lagi!), Zaki, Kobeng (lagi!) dan Chika.
Setelah sekian lama vakum dari dunia perDF-an, acara buka bersama ini udah seperti reuni buat gw. Dan yang pasti, masing-masing memiliki cerita tersendiri.
First one is all about Ampera.
Berawal dari status YM gw, dan tanggapan dari seseorang (yang masih keukeuh minta traktir... huhuhu), akhirnya diputuskan akan diadakan buka bersama di Ampera Matraman. Saat itu personel masih 2 orang (gw ma ferza). Ga lama kemudian ada yang YM minta diajak, dan karena ngerasa kasian ma dia, akhirnya gw ajaklah temen gw itu (kobeng). Masih merasa kurang rame, maka gw ajaklah temen-temen yang laen, dan terjaringlah beberapa orang yang menyanggupi untuk datang (shinno dan naka).
Setelah berhasil "kabur" dari kantor, gw kebut motor gw ke arah Matraman. Terhambat dengan kemacetan yang selalu melanda jakarta, akhirnya gw sampe ke lokasi sekitar jam 1815. Ternyata Ferza, Shinno ma Anggi lagi menikmati makanan yang tersedia. Tanpa basa basi gw pesen makanan ma minuman trus langsung ngisi perut yang kosong dari pagi. Sekitar jam 1900 semua personel udah sampe lokasi. Walaupun malam itu gw dicela abis-abis ma mereka, bisa dibilang malam itu bener-bener pelepas rindu gw ma anak-anak DF. Setelah sekian lama ga aktif posting dan kumpul bareng ma mereka, ternyata tidak ada perubahan yang signifikan (masih ngaco semuanya). Malam itu kita lewatin dengan ketawa-ketiwi ga jelas, ngobrol ngalor ngidul mengenai segala hal, baik yang berhubungan dengan DF atau rencana jalan-jalan yang "mungkin" diadain setelah lebaran.
Waktu menunjukkan jam 2100, makanan dan minuman dah ludes semua, sudah saatnya kita bubaran. Walaupun cuma 3 jam, dan sebagian besar diisi dengan membahas poto "tercela" gw, gw bener-bener seneng bisa ngelewatin buka bersama dengan mereka!! It was really full of laugh!!
Here come the second one, Paparons Pizza and Coffee Bean
Berawal dari komen maulana di salah satu postingan gw di FB, direncanakanlah buka puasa bersama dalam rangka merayakan hari ulang taunnya si maul. Dalam sekejap gw langsung ngajak anak-anak DF yang kepikiran ma gw, sebagian besar antusias ikut serta (gratis gitu lhoo). Lokasi yang dipilih sang punya hajat adalah Paparons Pizza di Kelapa Gading. Jujur aja, ini kali pertama gw buka puasa pake pizza. Pertama gw kirain pasti ga bakalan "nampol", tapi ternyata gw salah besar!! Buka puasa kali ini gw sampe ngerasa bego gara-gara kekenyangan!!
Setelah semua jadi bego gara-gara kekenyangan, semua sepakat acara dilanjutkan dengan nonton bareng di Mall Kelapa Gading. Tapi, rencana tinggallah rencana, tiket yang tersisa cuma buat midnight. Takut dikunciin, kitapun batal nonton bareng dan beralih ke ngopi-ngopi di Coffee Bean and Tea Leaf. Nah, di Coffee Bean inilah kita mulai membicarakan hal-hal lucu yang masih berhubungan dengan DF. Malam itu gw dapet beberapa info mengenai beberapa member DF yang tergolong "ajaib". Ternyata banyak banget orang aneh yang suka main forum!!
Merasa terusir secara halus oleh para waitressnya, kitapun memutuskan untuk pulang. Baru kali ini gw ngopi-ngopi sampe diusir kaya gitu (hehehehe). Malam itu gw pulang dengan perut kenyang, pipi pegel (ketawa mulu), dan yang paling menyenangkan, cuma keluar duit 5000, buat bayar parkir!! Itu semua karena kebaikan hati Maulana (birthday man) dan Shinno (juragan). Ah betapa menyenangkannya, dan yang bikin gw lebih seneng adalah, ini bukan acara buka puasa bersama "GRATIS" yang terakhir, karena masih ada yang mengantri untuk menjadi donor acara buka puasa bersama lainnya (ngelirik zaki.. hehehehe).

Wednesday, August 26, 2009

Haruskah di'catut" terlebih dahulu baru diperhatikan??


Yap, lagi-lagi Malaysia bikin masalah. Masih sama dengan permasalahan yang dulu, yaitu mengaku-ngaku hak cipta atas kebudayaan Indonesia. Setelah lagu Rasa Sayange, Wayang, Reog Ponorogo, batik, sekarang yang menjadi korbannya sekarang adalah tari pendet, salah satu tarian daerah dari Bali yang lumayan terkenal. Sekilas mengenai tari pendet bisa dilihat di "http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Pendet".


Malaysia telah mencatut tari pendet kedalam iklan pariwisatanya yang berjudul Enigmatic Malaysia. Iklan itu disiarkan oleh Discovery Channel secara meluas ke seluruh dunia. Hal tersebut memunculkan berbagai macam reaksi dari orang-orang Indonesia. Sebagian besar rakyat Indonesia sangat berkeberatan dengan tindakan yang diambil oleh sang negara tetangga. Banyak sudah komentar-komentar pedas yang ditujukan kepada Malaysia. Salah satunya keluar dari Menbudpar, Jero Wacik, yang melayangkan surat protes kepada pemerintah Malaysia karena telah memasukkan tari pendet ke dalam iklan pariwisata mereka.

Sebagai orang Indonesia yang cinta mati dengan keanekaragaman budaya yang ada di negeri ini, emosi gw agak tersulut waktu mendengar kabar ini. Terlebih lagi kalau melihat adu komentar dari kedua pihak (Indonesia dan Malaysia) yang ada di beberapa forum. Tetapi, setelah gw pikir-pikir lagi, ternyata ada nilai positifnya dari acara pencatutan budaya ini.

Jangan berfikir negatif dulu. Maksud gw, karena terjadinya pencatutan budaya oleh negara tetangga, banyak dari rakyat Indonesia yang lebih menghargai kebudayaan negerinya. Ini bisa dijadikan teguran untuk seluruh rakyat Indonesia agar lebih mencintai kebudayaannya. Sekarang mereka lebih concern mengenai kekayaan budaya Indonesia. Kenyataan yang sangat menyedihkan memang, lebih menghargai sesuatu jika sudah direbut oleh pihak lain.

Kalau dilihat kebelakang, memang banyak orang Indonesia, terutama kaum muda yang lebih cenderung "mencintai" kebudayaan barat, karena dianggap jauh lebih "keren". Selain itu juga banyak yang lebih memilih untuk travel ke luar negeri karena menganggap kalau jalan-jalan ke luar negeri memiliki "kasta" lebih tinggi. Bagaimana orang luar bisa tertarik untuk mendatangi atau belajar lebih jauh tentang kebudayaan Indonesia jika tidak dimulai dari rakyat Indonesia itu sendiri?

Alangkah baiknya apabila kejadian ini bisa kita jadikan pelajaran yang berharga untuk ke depannya. Marilah kita lebih mencintai kebudayaan asli Indonesia, produk-produk asli Indonesia dan yang terpenting jadikanlah Indonesia sebagai bagian dari hidup kita. Tunjukkanlah kepada dunia luar kalau Indonesia memang kaya. Kaya akan budaya yang beraneka macam, kaya akan tempat-tempat indah yang bisa dikunjungi. Ingatlah selalu kalau BERSAMA KITA BISA!! Semangat!!

Buka Puasa Bersama Yukk

Memasuki bulan puasa, bisa dipastikan ajakan untuk buka puasa bersama dari teman-teman akan melimpah. Terlebih lagi bila sudah memasuki minggu ke 3 di bulan Ramadhan. Sebenarnya apa yang membuat acara buka bersama menjadi lebih menarik? Toh, buka bersama juga bisa disamakan dengan makan bersama yang sering kita lakukan bersama teman-teman.
Buat gw pribadi, untuk ikut acara buka puasa bersama ibarat makan buat simalakama. Kenapa? Soalnya 99% dari acara buka puasa bersama yang gw ikutin ga disertai sholat tarawih, tapi di lain pihak ada kesenangan tersendiri kalo ikutan acara buka bersama teman-teman. Emang sih, sholat tarawih bisa dilakukan sendiri, tapi di bulan yang suci ini alangkah indahnya bila dilakukan secara berjamaah di Masjid? Pendapat gw ini mungkin bertolak belakang dengan orang lain, tapi wajar kok kalo orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Sekarang baru masuk hari ke 5 puasa, dan gw udah punya acara buka puasa bersama. Sebenernya ini juga ga direncanakan, cuma gara-gara iseng masang status di YM yang bilang "buka bersama yuk", ternyata ada temen gw yang nanggepin. Udah kadung masang status, mau ga mau gw harus mempertanggungjawabkan. Pertama-tama sih cuma ada 3 orang yang ikut, eh ternyata tadi pagi bertambah lagi orang-orang yang mau ikutan (hehehe). Jadi, terpaksa hari ini gw pass sholat tarawih bersama di mesjid :-( tapi gw seneng soalnya gw bakalan buka puasa bareng temen-temen yang udah lumayan lama ga ketemuan (kangen gila... wkwkwkwk). Ga tau deh minggu depan jadwalnya bakalan seperti apa, soalnya mulai dari sekarang banyak dari temen-temen gw yang juga merencanakan acara buka puasa bersama. Untuk sementara gw cuma bisa bilang, InsyaAllah gw dateng.... (coz we'll never know what will happen rite??). Cheerrss...

Sunday, August 23, 2009

Ramadhan has come...

Alhamdulillah, akhirnya gw bisa ketemu lagi dengan ramadhan tahun ini. Semoga di bulan yang suci ini gw bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik. Baik dari segi ibadah ataupun sifat dan perilaku. Agak disayangkan, gw ga bisa ngelaksanain ibadah shaum dari hari pertama. Tapi itu bukan hal yang gw sengaja, melainkan kodrat sebagai cewe yang mengharuskan gw untuk tidak puasa.

Gw pribadi sangat menantikan datangnya bulan ramadhan. Kenapa? Karena ga tau kenapa, kalo di bulan Ramadhan gw ngerasa segala sesuatu lebih damai, tentram dan menyenangkan! Walaupun kita diharuskan berpuasa, tetapi sama sekali tidak menjadi beban, malah ada nikmat tersendiri. Bisa menjalankan ibadah lebih khusyuk dibandingkan dengan hari-hari biasa. Hal itu sangat berbeda dengan sewaktu gw masih kecil.

Dulu, waktu gw masih kecil, sekitar umur 5 atau 6 tahun. Bulan ramadhan menjadi bulan yang pengen cepet-cepet gw lalui. Soalnya gw paling males kalo harus berpuasa, ga kuat nahan haus! Ga jarang gw bohong sama nyokap, ngaku2 puasa, padahal mah minum terus di kamar (punten atuh mamah, hehehe). Selain itu, gw juga pengen cepet-cepet lebaran, biar bisa dapet baju + sepatu baru dan pastinya dapet salam tempel dari saudara-saudara (maklum,, nak kecil :p).

Untuk ramadhan tahun ini gw udah punya target yang pengen dikerjain. Walaupun target yang gw setting itu lumayan berat, gw akan berusaha untuk memenuhinya, InsyaAllah! Dua hari udah berjalan, dan dengan begitu gw juga kehilangan dua hari buat memenuhi target tersebut, huhuhu.. Semoga di sisa hari bulan Ramadhan ini semangat gw masih tetap membara seperti hari ini. Amiiin.